medcom.id, Jakarta: Pemerintah Kota Bekasi memetakan banjir yang melanda sejumlah permukiman akibat luapan Kali Cakung. Banjir akibat luapan Kali Cakung membuat puluhan permukiman teredam dengan tinggi bervariatif.
"Termasuk banjir yang melanda Perumahan Bumi Nasio Indah, Duta Kranji, Perumahan Harapan Baru II, Jalan KH Noer Ali berikut Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR)," kata Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Kota Bekasi Dicky Irawan, Kamis 23 Februari 2017.
Hulu Kali Cakung berada di Situ Pulo Jatikramat, Kecamatan Jati Asih. Sementara hilirnya di Banjir Kanal Timur (BKT), Jakarta. Selama ini Kali Cakung relatif aman dibandingkan empat kali besar yang mengepung Kota Bekasi.
Kali besar yang sering mengakibatkan banjir adalah Kali Cikeas, Kali Bekasi dan Kali Cileungsi. Kali Cakung pernah meluap dan merendam beberapa lokasi di Kota Bekasi pada 2007.
"Setelah 10 tahun vakum, tahun ini kembali menggeliat. Ditambah intensitas hujan selama beberapa hari ini tercatat lebih dari 50 milimeter perdetik," ucap Dicky.
Tanggul DAS Cakung di Perumahan Harapan Baru II, Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Bekasi Barat, sempat jebol sepanjang 10 meter. Kejadian tersebut terjadi, Selasa 22 Februari 2017.
Akibatnya, banjir yang menggenangi permukiman warga semakin tinggi. Bahkan ketinggian air ditaksir mencapai 150 centimeter.
Dari data yang ada, ada sekitar 49 titik banjir di Kota Bekasi. Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan anggaran sebesar Rp30 miliar untuk penanganannya.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Bekasi, Arief Maulana menambahkan, banjir kali ini cenderung berada di bantaran Kali Cakung. Kali tersebut tak mampu menampung debit air hujan yang mengguyur wilayah setempat.
"Air akhirnya meluap, sedangkan air di permukiman warga tak dapat membuang lantaran hilirnya Kali Cakung juga sedang penuh," kata Arief
Menurut Arief, lebar Kali Cakung saat ini sudah tak ideal. Idealnya adalah enam meter, saat ini hanya empat meter.
Baca: Brojong Pengganti Tanggul yang Jebol di Bekasi Dipasang
Kali tersebut bisa saja dilebarkan. Kewenangan pelebaran ada di BBWSCC (Balai Besar Wilayan Sungai Ciliwung Cisadane). Pihaknya berinisiatif untuk memabuat kolam retensi di sekitar permukiman warga yang dilalui kali tersebut.
Ia mencontohkan kolam retensi di perumahan Dosen IKIP. Meski belum 100 persen selesai, namun untuk tahun ini pihaknya menganggarkan Rp20 miliar untuk melanjutkan. "Normalisasi juga akan dilakukan dengan anggaran Rp50 miliar," kata dia.
medcom.id, Jakarta: Pemerintah Kota Bekasi memetakan banjir yang melanda sejumlah permukiman akibat luapan Kali Cakung. Banjir akibat luapan Kali Cakung membuat puluhan permukiman teredam dengan tinggi bervariatif.
"Termasuk banjir yang melanda Perumahan Bumi Nasio Indah, Duta Kranji, Perumahan Harapan Baru II, Jalan KH Noer Ali berikut Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR)," kata Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Kota Bekasi Dicky Irawan, Kamis 23 Februari 2017.
Hulu Kali Cakung berada di Situ Pulo Jatikramat, Kecamatan Jati Asih. Sementara hilirnya di Banjir Kanal Timur (BKT), Jakarta. Selama ini Kali Cakung relatif aman dibandingkan empat kali besar yang mengepung Kota Bekasi.
Kali besar yang sering mengakibatkan banjir adalah Kali Cikeas, Kali Bekasi dan Kali Cileungsi. Kali Cakung pernah meluap dan merendam beberapa lokasi di Kota Bekasi pada 2007.
"Setelah 10 tahun vakum, tahun ini kembali menggeliat. Ditambah intensitas hujan selama beberapa hari ini tercatat lebih dari 50 milimeter perdetik," ucap Dicky.
Tanggul DAS Cakung di Perumahan Harapan Baru II, Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Bekasi Barat, sempat jebol sepanjang 10 meter. Kejadian tersebut terjadi, Selasa 22 Februari 2017.
Akibatnya, banjir yang menggenangi permukiman warga semakin tinggi. Bahkan ketinggian air ditaksir mencapai 150 centimeter.
Dari data yang ada, ada sekitar 49 titik banjir di Kota Bekasi. Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan anggaran sebesar Rp30 miliar untuk penanganannya.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Bekasi, Arief Maulana menambahkan, banjir kali ini cenderung berada di bantaran Kali Cakung. Kali tersebut tak mampu menampung debit air hujan yang mengguyur wilayah setempat.
"Air akhirnya meluap, sedangkan air di permukiman warga tak dapat membuang lantaran hilirnya Kali Cakung juga sedang penuh," kata Arief
Menurut Arief, lebar Kali Cakung saat ini sudah tak ideal. Idealnya adalah enam meter, saat ini hanya empat meter.
Baca: Brojong Pengganti Tanggul yang Jebol di Bekasi Dipasang
Kali tersebut bisa saja dilebarkan. Kewenangan pelebaran ada di BBWSCC (Balai Besar Wilayan Sungai Ciliwung Cisadane). Pihaknya berinisiatif untuk memabuat kolam retensi di sekitar permukiman warga yang dilalui kali tersebut.
Ia mencontohkan kolam retensi di perumahan Dosen IKIP. Meski belum 100 persen selesai, namun untuk tahun ini pihaknya menganggarkan Rp20 miliar untuk melanjutkan. "Normalisasi juga akan dilakukan dengan anggaran Rp50 miliar," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)