Pembatalan HGB Pulau Reklamasi Jangan karena Janji Kampanye

Whisnu Mardiansyah 13 Januari 2018 15:41 WIB
reklamasi teluk jakarta
Pembatalan HGB Pulau Reklamasi Jangan karena Janji Kampanye
Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra--MI/Galih Pradipta
Jakarta: Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra mengatakan harus ada alasan dan landasan hukum yang kuat untuk membatalkan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) pulau reklamasi. Jangan sampai pembatalan sertifikat HGB pulau reklamasi hanya karena tuntutan janji kampanye semata. 

"Masalahnya, gubernur dan wakil gubernur ini sudah terikat janji kampanye untuk mencabut atau membatalkan reklamasi. Dan selama itu enggak pernah ada pengkajian secara mendalam, yang akhirnya membuatnya terjebak," kata Yusril dalam diskusi 'Reklamasi atau Investasi' di Gado-Gado Boplo, Sabtu, 13 Januari 2018. 

Baca: Keputusan BPN Tolak Batalkan HGB Dianggap Tepat


Kata Yusril, pembatalan harus berdasar kajian hukum yang kuat. Padahal, Raperda tata ruang dan zonasi wilayah dicabut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Apalagi, Pemprov DKI terikat perjanjian dengan pihak lain terkait proyek reklamasi. 

"Bukan karena kita secara politis ingin membatalkan ya, tapi ini perjanjian ini dilakukan dengan hukum, bukan kebijakan," ujarnya.



Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengirimkan surat permohonan bernomor 2373/-1.794.2 ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk membatalkan seluruh HGB yang diberikan kepada pihak ketiga atas seluruh pulau reklamasi.

Alasannya, Pemprov DKI Jakarta tengah mengkaji kebijakan serta pelaksanaan reklamasi. Kajian itu, kata Anies, perlu dilakukan karena banyaknya masukan dari masyarakat dan para ahli terkait reklamasi.

Permohonan pembatalan HGB ini juga merupakan kelanjutan sikap Pemprov DKI Jakarta yang sebelumnya menghentikan pembahasan Raperda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) dan Raperda Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta (RTRKS Pantura).



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id