Ojek pangkalan (opang) menunggu penumpang di atas trotoar Jalan Jati Baru di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Foto: Dhaifurrakhman Abas/Medcom.id
Ojek pangkalan (opang) menunggu penumpang di atas trotoar Jalan Jati Baru di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Foto: Dhaifurrakhman Abas/Medcom.id

Pengojek: Pak Gubernur Buat Kita jadi Penjahat

Dhaifurrakhman Abas • 22 Desember 2017 20:13
Jakarta: Penutupan Jalan Jati Baru di Tanah Abang, Jakarta Pusat, berdampak kepada ojek pangkalan (opang). Mereka harus menunggu di atas trotoar agar tetap bisa mengangkut penumpang.
 
Munadi, pengemudi opang, mengaku dirugikan akibat penutupan ini. Pasalnya, ia menyebut pendapatannya banyak diraih dari penumpang kereta.
 
"Biasanya penumpang turun stasiun, kita langsung dapet," kata Munadi, kepada Medcom.id di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat, 22 Desember 2017.

Atas dasar itu, Munadi nekat memangkal di atas trotoar dekat pintu keluar Stasiun Tanah Abang. Dengan begitu, ia bisa mengangkut penumpang yang keluar dari stasiun.
 
Menurut dia, langkah ini pun diambil semata untuk mendapat penghasilan. Sebab, ia mengklaim opang dirugikan dengan penutupan jalan ini.
 
"Kalau enggak begini, kita enggak makan. PKL untung, opang merugi," ucap dia.
 
Hal senada dikatakan Arta, pengemudi opang lainnya. Ia mengaku bisa mendapat penghasilan sebesar Rp300 ribu per hari sebelum Jalan Jati Baru ditutup. Jumlah itu belum ditambah dari pelanggan tetapnya.
 
Ia mengaku memiliki lima pelanggan tetap. Mereka merupakan pedagang di Blok G, Blok F, dan Blok B Tanah Abang.
 
"Mereka biasanya naik sama kita angkut barang. Sekarang mau bagaimana, menjemput mereka enggak bisa. Jalanan ditutup, rugi kita. Enggak ada sama sekali dapat, belum pecah telor hari ini," pungkas Arta.
 
Baca: Jalan Ditutup, Pemotor Gunakan Trotoar Jalan Jati Baru
 
Sementara itu, Angga, pengemudi opang lain, mengakui memangkal di atas trotoar melanggar aturan. Namun, ia sengaja melanggar aturan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
 
"Aturan pak Gubernur membuat kita jadi penjahat. PKL terbebas dari trotoar, tetapi trotoar jadi enggak terbebas dari ojek pangkalan," kata Angga.
 
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menutup Jalan Jati Baru Raya sepanjang 400 meter yang ada di depan Stasiun Tanah Abang. Hanya bus TransJakarta yang diperbolehkan melintas.
 
Selama penutupan itu, sisi Jalan Jati Baru tepat di depan pintu keluar Stasiun Tanah Abang dijadikan jalur shuttle bus TransJakarta gratis bagi pengguna kereta api yang ingin menuju Blok A Tanah Abang.
 
Penutupan jalan diberlakukan mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Sementara arus lalu lintas untuk kendaraan pribadi dan angkutan umum selain TransJakarta dialihkan. Penutupan yang dimulai hari ini sebagai bagian dari penataan pedagang kaki lima di Tanah Abang.
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AZF)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>