Ilustrasi warga membawa air bersih yang didapat dari truk pembawa air. Medcom
Ilustrasi warga membawa air bersih yang didapat dari truk pembawa air. Medcom

Antisipasi Kekeringan di Musim Kemarau, BPBD DKI Siapkan Air Baku dari Waduk

Nasional DKI Jakarta Pemprov DKI kemarau dan kekeringan Krisis Air Bersih
Antara • 11 Mei 2022 22:58
Jakarta: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah menyiapkan air baku dari sejumlah waduk untuk mengantisipasi krisis air bersih saat memasuki musim kemarau. BPBD DKI telah berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Dinas Sumber Daya Air (SDA), dalam menyiapkan mobil untuk mendistribusikan air bersih.
 
"Pembangunan waduk juga untuk menyiapkan air baku, seperti dari Setu Babakan, Lebak Bulus, dan Mangga Bolong," kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, 11 Mei 2022.
 
Isnawa menjelaskan BPBD telah membentuk tim khusus yang sewaktu-waktu dapat diaktifkan jika kekeringan berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Menurut dia, sumur resapan yang telah dibangun Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bertujuan mengurangi debit air berlebih saat musim hujan dan persediaan air saat kemarau.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Memasuki Musim Kemarau, Petani NTT Diminta Hemat Air
 
Di samping itu, BPBD DKI mengimbau masyarakat dapat berupaya menghemat penggunaan air bersih, seperti mematikan kran jika tidak dipakai serta bijak dalam penggunaan air untuk kebutuhan rumah tangga. "Juga memastikan tidak adanya kebocoran pada peralatan pipa, kran, dan penampungan, serta berupaya menampung air hujan," kata dia.

Peta Potensi Krisis Air

BPBD DKI telah pula memetakan daerah yang berpotensi terjadi krisis air bersih. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kata dia, memang belum mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis untuk wilayah yang lebih spesifik di Jakarta.
 
Namun jika merujuk pada peringatan dini kekeringan meteorologis yang pernah dikeluarkan BMKG pada 2019, ada 15 kecamatan yang masuk ke dalam daerah rawan terjadi kekeringan. Yakni, Jakarta Pusat meliputi Menteng, Gambir, Kemayoran, dan Tanah Abang; serta Jakarta Utara meliputi Cilincing, Tanjung Priok, Koja, Kelapa Gading, dan Penjaringan.
 
Selain itu, Jakarta Selatan meliputi Tebet, Pasar Minggu, dan Setiabudi. Lalu, Jakarta Timur meliputi Makasar, Pulogadung, dan Cipayung.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif