Gambar Ilustrasi Fasilitas Pelican Crossing di utara Jembatan Pasar Glodok sebagai pengganti JPO eksisting di Halte sementara TransJakarta Glodok (ANTARA/HO-MRT Jakarta)
Gambar Ilustrasi Fasilitas Pelican Crossing di utara Jembatan Pasar Glodok sebagai pengganti JPO eksisting di Halte sementara TransJakarta Glodok (ANTARA/HO-MRT Jakarta)

Legislator DKI Tolak Rencana Relokasi Pelican Crossing Medan Merdeka Selatan

Antara • 10 Desember 2022 08:00
Jakarta: Komisi D DPRD DKI Jakarta menolak rencana relokasi pelican crossing di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Pasalnya, rencana relokasi yang akan dilakukan akhir Desember 2022, tersebut masih kurang matang.
 
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah mengatakan lokasi eksisting penyeberang jalan elektronik di Jalan Merdeka Selatan sudah tepat. Tidak ada urgensi khusus soal pemindahan pelican crossing yang telah bermanfaat bagi warga untuk menuju halte TransJakarta dan menuju taman parkir IRTI Monas.
 
"Saya pikir tidak perlu ada penggeseran, biarkan saja yang sudah ada ini. Cukup diperbaiki saja, karena yang pertama memang samping persis dengan Halte (Balai Kota), yang kedua dekat dengan (parkir) IRTI," ujar Ida di Jakarta, Jumat, 9 Desember 2022.
 
Ida khawatir apabila pelican crossing dipindah sesuai rencana Dinas Bina Marga, ada potensi menghilangkan taman dan pohon yang sudah tertanam rapih. Bahkan, dipakai demonstran sebagai titik kumpul ketika mengadakan unjuk rasa di sekitar jalan tersebut, sehingga mengganggu para penumpang yang ingin menuju Halte Bus.
 
"Perlu diketahui, ini ada gedung (objek vital) yang harus dilindungi, Balai Kota dan Wapres (kantor Wakil Presiden). Jangan memberikan masalah baru. Saya pikir mohon dipertimbangkan kembali. Taman di belakang saya ini sudah bagus, tinggal diperbaiki saja agar menjadi pemandangan yang indah," ucapnya.
 

Baca Juga: Revitalisasi Trotoar Medan Merdeka Diingatkan Tak Korbankan Pepohonan


Dia juga menyayangkan Dinas Bina Marga bersama Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta kurang matang dalam membuat perencanaan. Sebab, pelican crossing yang sudah terpasang terhalang oleh tanaman, sehingga menyulitkan warga yang ingin menyebrang.
 
"Bidang taman harusnya dikembalikan lagi seperti semula, ini ada yang tertutup taman sekitar tiga meter. Sebaiknya segera dibongkar dan diperbaiki. Jadi masyarakat yang mau menggunakan pelican crossing tidak sulit, inikan habis mencet tombol, mereka harus muter dan menunggu di bahu jalan," tutur Ida.
 
Sebelumnya, Dinas Bina Marga menjelaskan relokasi pelican crossing yang berlokasi di depan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dilakukan lantaran adanya pekerjaan penataan trotoar di sepanjang Jalan Merdeka Selatan sisi Perpusnas. Setelah penataan trotoar rampung, pelican crossing di depan Perpusnas akan dihilangkan.
 
"Adapun penataan trotoar di Merdeka Selatan sekaligus menata pelican crossing (PC). PC eksisting bergeser ke arah timur tegak lurus pintu masuk Monas, saat baru pekerjaan trotoar, selanjutnya penghapusan zebra cross atau PC digeser ke timur serta penataan taman median tengah untuk akses menuju halte dan penyeberangan," kata Hari Nugroho beberapa waktu lalu.

 
(AZF)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif