Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Wakil Gubernur DKI

PKS dan Gerindra Beda Persepsi

Nur Azizah 03 Desember 2018 12:59 WIB
Pengganti Sandiaga Uno
PKS dan Gerindra Beda Persepsi
Gedung DPRD DKI Jakarta. Foto: MI/Ramdani.
Jakarta: Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berbeda tafsir soal mekanisme uji kelayakan dan kepatutan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Menurut pemahaman PKS, fit and proper test hanya sekadar perkenalkan dan menjabarkan visi misi.
 
Namun, pemahaman PKS langsung diluruskan oleh Gerindra. Uji kelayakan dan kepatutan akan melibatkan para ahli.
 
"Enggak cuma perkenalan doang. Lazimnya fit proper ya ada uji kepatutan dan kelayakan, maka itu kita mencari pakar," kata Syarif saat dihubungi, Jakarta, Senin 3 Desember 2018.
 
PKS memahami uji kelayakan Wagub akan lebih santai. Diselingi makan dan minum kopi.
 
Syarif kembali menjelaskan. Ia memang tak menampik bila uji kelayakan dan kepatutan dirancang lebih santai. Tujuannya, untuk mengurangi ketegangan.
 
"Dalam proses itu santai sambil ngopi, maksudnya supaya enggak tegang-tegangan gitu. Tapi tetap berjalan lazimnya fit proper," ungkap dia.

Baca: Wagub DKI Harus Jago Kelola APBD

Perbedaan tafsir soal mekanisme uji kelayakan dan kepatutan ini dinilai wajar. Ia pun berencana menjelaskan pada PKS soal mekanisme pencarian cawagub itu.
 
"Kita ingin mencari pengganti Pak Sandi (Sandiaga Uno) yang benar-benar terbaik," pungkas dia.






(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id