Permukiman padat penduduk di sekitar Waduk Pluit, Jakut. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
Permukiman padat penduduk di sekitar Waduk Pluit, Jakut. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.

Warga Waduk Pluit Dalam Bahaya

Nasional waduk pluit
Ilham Pratama Putra • 19 Juni 2019 15:12
Jakarta: Pengamat tata kota Yayat Supriatna menyebut 2.100 keluarga yang masih tinggal di bibir Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara (Jakut), dalam bahaya. Lokasi tempat tinggal mereka dinilai tidak aman.
 
"Menurut peraturan, dilarang bertempat tinggal di daerah zona lindung, kawasan untuk di tepian waduk atau danau, itu adalah zona pengaman kawasan. Tujuannya untuk menjaga keselamatan warga karena di situ tidak diperuntukkan bagi tempat tinggal," kata Yayat kepada Medcom.id, Rabu, 19 Juni 2019.
 
Masalah ini diatur Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Permen PUPR) Nomor 28 Tahun 2015 tentang Penetapan Garis Sempadan Sungai, dan Garis Sempadan Danau. Aturan ini melarang bangunan berdiri di jarak 30 meter dari pinggir sungai atau pun waduk di dalam kota.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, keberadaan permukiman juga dapat mencemari waduk sehingga warga perlu pindah. "Supaya waduk bersih, tidak alami pendangkalan, tidak dipenuhi sampah, tidak dipenuhi sanitasi dari lingkungan permukiman, yang membuat kualitas air turun," ujar dia.
 
Sementara itu, kondisi Waduk Pluit saat ini memprihatinkan. Waduk jauh dari kata terawat. Pantauan Medcom.id, beberapa sisi waduk masih terdapat sampah.
 
Yayat pun meminta pemerintah merevitalisasi Waduk Pluit. Kapasitas daya tampung air waduk perlu dioptimalkan.
 
Baca: Penataan Waduk Pluit Disarankan Tiru Patung Merlion Singapura
 
"Fungsi optimal dari waduk itu menjadi meningkat karena dengan dibuang ke laut sebagian, terjadi penurunan muka waduk sehingga air bisa mengalir dari saluran drainase yang ada," ungkap dia.
 
Yayat meminta semua pihak untuk menjaga waduk. Dia tak ingin ada penurunan kualitas dari waduk yang telah dibangun ini.
 
"Jangan sampai lingkungan bertambah buruk lagi. Kalau dibiarkan otomatis lama-lama akan kumuh lagi. Kita jagalah kawasan itu agar tidak bertambah kumuh dan buruk kualitasnya. Waduk (Pluit) ini kan sudah jadi zona untuk rekreasi juga, untuk jadi ruang terbuka hijau, kawasan resapan air, itu yang kita dorong," pungkas dia.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif