Stasiun MRT Dikhawatirkan Rusak Taman Monas
Aktivitas pekerja di proyek stasiun MRT Bundaran HI di Jakarta. Foto: Antara/Dhemas Reviyanto..
Jakarta: Rencana pembangunan stasiun Mass Rapid Transit (MRT) di Jalan Medan Merdeka Barat dikhawatirkan merusak taman Monas. Selain itu, stasiun itu berdekatan dengan Museum Nasional yang bersejarah.
 
Pengamat arsitektur Bambang Eryudhawan mengatakan dampak pembangunan stasiun MRT di Monas akan merusak Lapangan Merdeka, Monas.
 
"Muncul collateral damage (dampak susulan), stasiun di museum itu memerlukan lahan untuk tegakan, jatuhnya di Lapangan Merdeka, Monas," kata Bambang saat dihubungi Medcom.id, Selasa, 31 Oktober 2018.
 
Tegakan, kata dia, lahan untuk lokasi generator gardu listrik 60 MW dan tower pendingin untuk menunjang operasional MRT. Sementara Monas bukan sembarang tanah lapang. Di lokasi itu, tak pernah ada bangunan yang menetap lama.
 
Ia mengambil contoh lahan di Blok B Kebayoran yang saat ini tertutup gardu generator 60 MW. Hal serupa diniai tak bisa dilakukan di Monas. Bambang juga mengkritik pembangunan MRT yang tidak transparan.
 
"Selama ini enggak pernah dipublikasikan,  karena yang dipublikasi hanya pintu masuk dan keluar saja," kata dia.
 
Dipindah ke BI
 
Menurut Bambang, solusi yang paling memungkinkan yakni memindah stasiun Monas ke sekitar Gedung Bank Indonesia. Beberapa hal jadi pertimbangan, misalnya efektivitas penumpang.

Baca: MRT Fase II Dijamin Tak Merusak Bangunan Bersejarah

Pemakai MRT dari gedung BI dinilai lebih banyak. Ada 7 ribu lebih karyawan Bank Indonesia yang bisa memanfaatkan angkutan umum tersebut. Selain itu, lokasi ini sekaligus menggantikan stasiun MRT di Sarinah.
 
"Jadi ada dua stasiun yang ditarik, dari Sarinah dan dari Museum Gajah. Ditarik ke selatan supaya tak mengganggu Lapangan Merdeka," kata Bambang.
 
Menurutnya, ada dua opsi tanah kosong di sekitar Gedung BI. Pertama, tanah milik BI di dekat Jalan Kebon Sirih. Selain itu ada tanah kosong milik Pemerintah Provinsi DKI di sebelah Hotel Saripan Pacific.
 
Terkait mau atau tidaknya dipindah, Bambang menyerahkannya ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. "Butuh keberanian, kalau dia (Anies) bisa membatalkan reklamasi, harusnya ini juga," kata Bambang.






(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id