MRT Fase II Dijamin Tak Merusak Bangunan Bersejarah

Nur Azizah 31 Oktober 2018 14:55 WIB
proyek mrt
MRT Fase II Dijamin Tak Merusak Bangunan Bersejarah
Rangkaian kereta mass rapid transit (MRT) Jakarta. Foto: Antara/Rivan Awal Lingga..
Jakarta: Pembangunan Moda Raya Terpadu atau Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta fase II dijamin tidak akan merusak bangunan bersejarah. Pembangunan rencananya dimulai awal 2019 dari Bundaran HI sampai Kampung Bandan sepanjang 8,3 kilometer.
 
MRT fase II akan memiliki delapan stasiun yang meliputi stasiun Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, Kota, dan Kampung Bandan. Beberapa stasiun akan melintasi sejumlah bangunan bersejarah, seperti stasiun Monas yang melintasi Museum Gajah.
 
"Rencananya memang stasiun Monas di dekat situ (Museum Gajah)," kata Corporate Secretary PT MRT Jakarta Tubagus Hikmatullah kepada Medcom.id, Jakarta Pusat, Rabu, 31 Oktober 2018.
 
Kendati akan dibangun di dekat gedung bersejarah, Hikmat menjamin proyek MRT tak akan merusak apapun. Ia meyakinkan, bangunan yang sudah ada tetap dijaga. "Pembangunan MRT tidak boleh merusak bangunan eksisting," katanya.

Baca: Jepang Investasikan Rp9,5 T untuk MRT Fase Dua

Sementara itu, Direktur Kontruksi MRT Jakarta Silvia Halim mengatakan, seluruh stasiun MRT fase dua ada di bawah tanah. Terowongan bawah tanah lebih dalam dari jalur bawah tanah fase I. Sebab, harus melintasi bawah kali di Hayam Wuruk.
 
"Untuk terowongan, kemungkinan kami akan tetap memakai metode tunneling yang menggunakan Tunnel Boring Machine (TBM), seperti yang kita lakukan di fase I," ungkapnya.
 
Ia menuturkan, cara tersebut sudah dilakukan Singapura ketika membangun down town line 3. PT MRT Jakarta telah mengirimkan timnya untuk bertemu Land Transport Authority (LTA) Singapura.
 
Sementara itu, untuk stasiun yang melintasi area Kota Tua Jakarta akan menggunakan metode baru. PT MRT Jakarta telah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata, termasuk Tim Ahli Cagar Budaya dan Tim Sidang Pembangunan.
 
"Ini harus lebih hati-hati dan lebih banyak upaya proteksi terhadap gedung-gedung tua di sekitarnya, termasuk bangunan cagar budaya," pungkas dia.






(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id