Pembangunan Infrastruktur Pengendalian Banjir Diminta Dipercepat
Selamat Saragih • 28 September 2020 07:12
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta dinas terkait khususnya Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mempercepat pembangunan infrastruktur pengendalian banjir dalam rangka mengantisipasi banjir yang akan datang. Infrastruktur tersebut mencakup perbaikan pompa-pompa pada sistem polder, pompa mobil, waduk, tanggul pengaman pantai, dan sistem drainase.
Hal ini disampaikan Anies dalam Instruksi Gubernur Nomor 52 Tahun 2020 tentang Percepatan Peningkatan Sistem Pengendalian Banjir pada Era Perubahan Iklim. Ingub ini ditandatangani Anies pada 15 September 2020.
"Dinas Sumber Daya Air DKI dan jajarannya diinstruksikan agar mempercepat penyelesaian infrastruktur pengendalian banjir dengan target selesai pada Desember 2021," kata Anies dalam Ingub tersebut, Jakarta, Minggu 27 September 2020.
Pertama, kata Anies, memperbaiki pompa-pompa di sistem polder dan penyiapan pompa mobil, dengan target selesai pada 2020. Kedua, sistem polder dan pompa diperbaiki adalah polder Kelapa Gading (Betik dan Artha Gading), polder Muara Angke, polder Teluk Gong, polder Green Garden, polder Pulomas, sub polder Marunda (JGC-Metland), polder Mangga Dua, polder Cengkareng, polder Kamal, dan polder Kedoya Taman Ratu Green Ville.
Ketiga, waduk Pengendali Banjir di Hulu Jakarta, yakni Waduk Cimanggis, Waduk Kampung Rambutan, Waduk Pondok Ranggon, Waduk Brigif, Waduk Lebak Bulus, Waduk Situ Mangga Bolong, Waduk Jatipadang, Waduk Jatikramat, dan Embung Wirajasa. Keempat, tanggul pengaman pantai yang mencakup, segmen Muara Angke, segmen Blencong, segmen Sunda Kelapa, segmen Tanjung Priok, segmen Pantai Mutiara, dan segmen Kamal Muara.
Kelima, pembangunan sistem drainase yaitu sistem drainase Semanggi-Atmajaya, sistem drainase Dl Panjaitan (Cawang), sistem Drainase Balai Kartini, sistem drainase Green Garden Jalan Panjang, dan sistem drainase Sunter Utara.
Baca: Pengerukan Lumpur di Jakarta Utara Berlanjut Hingga Akhir September
Anies juga menginstruksikan Dinas SDA DKI menyelesaikan pembebasan lahan untuk peningkatan kapasitas tampungan sungai Pesanggrahan, Ciliwung, Angke, Sunter dan Jatikramat dengan target pada 2021 dan melaksanakan percepatan koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Dinas SDA DKI juga, kata Anies, perlu menyiapkan alat ukur curah hujan di setiap kelurahan yang dapat diintegrasikan dengan sistem deteksi dan peringatan dini kejadian banjir.
"Alat ukur curah hujan ini kemudian dioperasionalkan bekerja sama dengan aparat wilayah seperti Walikota/Bupati, camat dan lurah setempat dimulai pada Oktober 2020," ucap Anies.
Dinas SDA DKI juga perlu melakukan pendataan volume atau kapasitas ideal dan membangun sistem monitoring kapasitas eksisting seluruh sungai, danau, embung, dan waduk yang ada di wilayah DKI Jakarta untuk dijadikan rujukan kebutuhan pengerukan yang lebih efektif dan terencana. Target selesai pada Oktober 2020.
Kemudian, Dinas SDA DKI melanjutkan optimalisasi fungsi pengendalian banjir dengan mengurangi limpasan melalui retensi dan detensi air hujan melalui pembuatan drainase vertikal/sumur resapan, kolam retensi, dan detensi atau pendekatan lainnya pada ruang publik, bangunan milik pemerintah berskala besar, dengan target selesai pada Desember 2021.
"Saya instruksikan juga Dinas Sumber Daya Air DKI menyusun rencana induk sistem drainase sesuai dengan target kapasitas sistem pengendalian banjir yang harus diwujudkan untuk pengendalian banjir pada era perubahan iklim, dengan target selesai pada Juni 2021," katanya.
Anies juga memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup DKI untuk mempercepat penyelesaian pembangunan saringan sampah otomatis pada ruas sungai yang berada diperbatasan DKI Jakarta. Target penyelesaiannya pada 2021.
"Untuk Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI, saya instruksikan untuk melanjutkan optimalisasi pengendalian banjir dengan penambahan fungsi ruang terbuka hijau (RTH) sebagai retensi dan detensi air hujan dan aliran sungai melalui pembuatan drainase vertikal, sumur resapan atau pendekatan lainnya pada taman dan RTH publik Iainnya yang sudah dan akan dibangun, dengan target selesai pada Desember 2021," kata Anies.
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta
Anies Baswedan meminta dinas terkait khususnya Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mempercepat pembangunan infrastruktur pengendalian banjir dalam rangka mengantisipasi
banjir yang akan datang. Infrastruktur tersebut mencakup perbaikan pompa-pompa pada sistem polder, pompa mobil, waduk, tanggul pengaman pantai, dan sistem drainase.
Hal ini disampaikan Anies dalam Instruksi Gubernur Nomor 52 Tahun 2020 tentang Percepatan Peningkatan Sistem Pengendalian Banjir pada Era Perubahan Iklim. Ingub ini ditandatangani Anies pada 15 September 2020.
"Dinas Sumber Daya Air DKI dan jajarannya diinstruksikan agar mempercepat penyelesaian infrastruktur pengendalian banjir dengan target selesai pada Desember 2021," kata Anies dalam Ingub tersebut, Jakarta, Minggu 27 September 2020.
Pertama, kata Anies, memperbaiki pompa-pompa di sistem polder dan penyiapan pompa mobil, dengan target selesai pada 2020. Kedua, sistem polder dan pompa diperbaiki adalah polder Kelapa Gading (Betik dan Artha Gading), polder Muara Angke, polder Teluk Gong, polder Green Garden, polder Pulomas, sub polder Marunda (JGC-Metland), polder Mangga Dua, polder Cengkareng, polder Kamal, dan polder Kedoya Taman Ratu Green Ville.
Ketiga, waduk Pengendali Banjir di Hulu Jakarta, yakni Waduk Cimanggis, Waduk Kampung Rambutan, Waduk Pondok Ranggon, Waduk Brigif, Waduk Lebak Bulus, Waduk Situ Mangga Bolong, Waduk Jatipadang, Waduk Jatikramat, dan Embung Wirajasa. Keempat, tanggul pengaman pantai yang mencakup, segmen Muara Angke, segmen Blencong, segmen Sunda Kelapa, segmen Tanjung Priok, segmen Pantai Mutiara, dan segmen Kamal Muara.
Kelima, pembangunan sistem drainase yaitu sistem drainase Semanggi-Atmajaya, sistem drainase Dl Panjaitan (Cawang), sistem Drainase Balai Kartini, sistem drainase Green Garden Jalan Panjang, dan sistem drainase Sunter Utara.
Baca:
Pengerukan Lumpur di Jakarta Utara Berlanjut Hingga Akhir September
Anies juga menginstruksikan Dinas SDA DKI menyelesaikan pembebasan lahan untuk peningkatan kapasitas tampungan sungai Pesanggrahan, Ciliwung, Angke, Sunter dan Jatikramat dengan target pada 2021 dan melaksanakan percepatan koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.