Pekerja menggunakan alat berat memindahkan sampah di area proyek Fasilitas Pengolahan Sampah Terpadu atau Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter. Foto: MI/Pius Erlangga.
Pekerja menggunakan alat berat memindahkan sampah di area proyek Fasilitas Pengolahan Sampah Terpadu atau Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter. Foto: MI/Pius Erlangga.

ITF Dinilai Akal-akalan Pemprov DKI

Nasional sampah jakarta tpst bantar gebang
Ilham Pratama Putra • 31 Juli 2019 14:18
Jakarta: Proyek sistem pengelolaan sampah terpadu atau intermediate treatment facility (ITF) dinilai hanya akal-akalan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pasalnya, ITF seolah membuka ruang perusahaan untuk terus memproduksi sampah.
 
"Karena justru ITF ini mengaburkan tanggung jawab produsen. Basis utama sampah itu tanggung jawab produsen, dari sumbernya sudah harus ditekan, dibatasi," kata Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) DKI Jakarta, Tubagus Soleh Ahmadi kepada Medcom.id, Rabu, 31 Juli 2019.
 
Menurutnya, jika produsen mampu mengontrol sampah yang dikeluarkan, ITF tidak diperlukan. Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, saat dirasa cukup untuk menampung sampah ibu kota.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau bisa ditekan, Bantargebang aman-aman saja," ujarnya.
 
Baca juga:Pemprov DKI Yakin Bantargebang Bisa Bertahan Lama
 
Dia meminta Pemprov DKI lebih tegas dalam regulasi sampah. Penumpukan sampah Jakarta saat ini karena lemahnya penegakan hukum.
 
"Yang harus diperbaiki pemerintah dari aspek regulasi. Pembatasan jumlah sampah harus dilakukan, misalnya gubernur harus segera mengeluarkan larangan kantong plastik," kata Bagus.
 
Selain itu masyarakat juga diminta mampu mengelola sampahnya secara mandiri. Masyarakat diminta mawas antara sampah organik dan non-organik.
 
"Sampah itu harusnya saat masuk ke tempat pembuangan tidak lagi berpotensi mencemari. Yang bisa didaur ulang ya didaur ulang, yang tak bisa kalau bisa jadi kompos ya jadikan kompos," pungkasnya.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif