Pengiriman Sampah DKI ke Bantargebang Kembali Normal

Nur Azizah 20 Oktober 2018 17:06 WIB
tpst bantar gebang
Pengiriman Sampah DKI ke Bantargebang Kembali Normal
Tempat pembuangan sampah Bantargebang, Bekasi. Foto: Medcom.id/LB Ciputri Hutabarat.
Jakarta: Pengiriman sampah dari DKI Jakarta menuju Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi kembali normal. Sebelumnya, pengiriman sampah sempat tersendat lantaran truk milik Pemprov DKI dilarang masuk oleh Dinas Perhubungan Kota Bekasi.
 
"Tidak ada hal yang mengganggu pendistribusian sampah dari Jakarta ke Batargebang," kata Kepala Unit Pengelola Sampah Terpadu Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto saat dihubungi, Jakarta, Sabtu, 20 Oktober 2018.
 
Asep menyampaikan, pengadangan tak berlangsung lama. Selang 24 jam kemudian, Pemprov DKI tetap mengirim sampah seperti biasa.
 
"Itu hari Rabu pukul 00.00 WIB sampai kamis pukul 00.00 WIB, pengirimannya tetap 24 jam. Kamis juga tetap. Jadi tidak ada hal yang mengganggu pendistribusian sampah dari Jakarta ke Bantargebang," ujarnya.
 
Asep mengaku akan mengevaluasi waktu pengiriman sampah sesuai dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Berdasarkan PKS antara Pemprov DKI dan Pemkot Bekasi tentang pemanfaatan lahan TPST, disebutkan bahwa DKI hanya boleh mengirim sampah pada empat waktu yang ditentukan.
 
Pertama, DKI boleh mengirim sampah selama 1x24 jam dengan menggunakan seluruh jenis kendaraan. Asalkan, rute yang dilintasi DKI Jakarta - Cibubur, Jalan Transyogi - Jalan Narogong - Jalan akses ke TPST Betargebang pangkalan.

Baca: Dana Hibah yang Diminta Pemkot Bekasi Berlebihan

Kedua, DKI diperbolehkan mengirim sampah pada jam 05.00 WIB hingga 21.00 WIB dengan kendaraan compactor. Namun, rute yang boleh dilalui hanya Tol Bekasi Barat.
 
Ketiga, DKI diizinkan mengirim sampah pada pukul 21.00 WIB hingga 05.00 WIB dengan menggunakan tronton arm Roli, dan compactor yang dilengkapi penampungan air icit serta tertutup. Jalan yang boleh dilalui yakni Tol Bekasi Barat.
 
DKI diizinkan mengirim sampah selama 1x24 jam bila menggunakan tronton arm Roli, dan compactor yang dilengkapi penampungan air icit serta tertutup. Namun, rute yang diperbolehkan hanya Tol Jati Asih.  Aturan ini sudah disepakati oleh Pemprov DKI dan Pemkot Bekasi sejak 2016.
 
Seperti diketahui, Rabu, 17 Oktober 2018, sebanyak 20 truk sampah milik DKI dilarang melintas di Gerbang Tol Bekasi Barat. Penyebabnya, Pemprov DKI Jakarta dinilai tidak memenuhi kewajiban pada perjanjian kerja sama.






(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id