Rumput di Taman Monas Dapat Perhatian Lebih Usai Pagar Dilepas

Deny Irwanto 13 Januari 2018 18:13 WIB
monas
Rumput di Taman Monas Dapat Perhatian Lebih Usai Pagar Dilepas
Kepala Seksi Pelayanan Monas, Endrati Fariani--Medcom.id/Deny Irwanto
Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menginginkan taman di kawasan Monumen Nasional (Monas) bisa dinikmati pengunjung. Pagar penghalang pun dilepas agar pengunjung pun bisa beraktivitas di atas rumput.

Kepala Seksi Pelayanan Monas, Endrati Fariani mengatakan, pihaknya menyiapkan beberapa langkah untuk merawat rumput yang sering diinjak pengunjung.

"Jadi kita memaksimalkan perawatan. Antara lain mengintensifkan penyiraman, kemudian pemupukan. Kemudian pembersihan agar di atas rumput itu tidak ada genangan sehingga nyaman," kata Endrati kepada Medcom.id di kantornya kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu, 13 Januari 2018.


Endrati menjelaskan, untuk tetap menjaga keindahan rumput di taman Monas, pihaknya akan selalu mengganti rumput mati dengan rumput segar.

Baca: Pembenahan Rumput Monas tak Keluarkan Dana
 
Menurut Endarti, rumput pengganti bisa diambil dari wilayah lain yang masih berada di kawasan Monas. "Kemudian juga sekiranya kalau terjadi sesuatu pada rumput, rumputnya kita tanam kembali. Biasanya kita sulam dari tempat-tempat yang rumputnya banyak, biasanya itu ada di kandang rusa," ungkap Endarti.

Tanaman Berbunga dan Air Mancur Tetap Dipagari

Ada bagian tertentu taman Monas yang pagar kawatnya tidak dibuka. Tujuannya untuk melindungi air mancur, melindungi pohon-pohon perdu yang di sekitar air mancur itu. "Tidak kami copot. Pohon perdu itu bunga yang pendek-pendek," ucap Endrati.

Endrati menjelaskan, tanaman berbuga yang ada di kawasan Monas harus tetap diberi penghalang agar tidak terinjak oleh pengunjung. Tidak hanya itu, kawasan air mancur di sekitar Monas juga berbahaya jika didekati pengunjung.

"Nah di bawah-bawah pohon perdu juga ada beberapa instalasi listrik jadi itu tidak kami copot. di bawah-bawahnya air mancur itu banyak instalasi listrik, area berbahaya, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ungkap Endrati.

Sebelumnya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno sempat meminta Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno untuk mencopot pagar kawat yang mengelilingi Taman Monas. Menurutnya, Taman Monas tampak jelek dengan pagar tersebut.

Sandi lantas menyampaikan rencananya untuk membuat Monas layaknya Central Park seperti di Amerika Serikat. Ia mau Monas menjadi taman yang bisa dinikmati seluruh warga.

Keinginan Rini selaras dengan permintaan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies juga meminta pagar tersebut dicopot karena sudah tidak layak.




(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id