DKI akan Bangun 50 Taman Maju Bersama
Foto udara kawasan ruang terbuka hijau (RTH) Taman Ria Senayan, Jakarta. Foto: Antara/Wahyu Putro.
Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membangun 50 Taman Maju Bersama (TMB) pada 2019. Taman interaktif itu akan tersebar di permukiman warga.
 
Pelaksana tugas Kepala Dinas Kehutanan Provinsi DKI Jakarta Susi Marsitawati mengatakan, TMB adalah penyempurnaan dari Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Pembangunan TMB disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sekitar.
 
"TMB dibangun berdasarkan konsep kebutuhan masyarakat dari berbagai kalangan, sedangkan RPTRA konsepnya taman bermain anak," kata Suzi kepada Medcom.id di Kantor Dinas Kehutanan DKI Jakarta, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu, 28 November 2018.
 
Dia mengungkapkan, TMB  tidak hanya berfungsi sebagai resapan air. Tetapi juga menjadi tempat interaksi sosial masyarakat sekitar. "Terbuka untuk umum, orang tua, lansia (lanjut usia), anak-anak maupun difabel," katanya.
 
Fasilitas yang disediakan bervariasi dan disesuaikan dengan hasil Focus Group Discussion (FGD) masyarakat sekitar. Seperti tempat baca, gazebo, sarana bermain dan lainnya.
 
"Sesuai kebutuhan masyarakat, ada yang perlu lapangan basket, gazebo, tempat baca, nanti kita bangun untuk mereka," ujar Suzi.
 
Tujuh Taman Percontohan
 
Suzi mengatakan, pihaknya sedang membangun tujuh TMB yang akan dijadikan percontohan dan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2018.

Baca: Pembangunan Taman Maju Bersama Terkendala Lelang

Tujuh taman itu ada di kawasan Rorotan, Kampung Baru, Pasar Minggu, Ragunan, Bambu Apus, Pesanggrahan, Kebon Jeruk, Cipayung dan Lenteng Agung. Tujuh TMB itu menelan anggaran sebanyak Rp15 milliar yang diambil dari APBD DKI Jakarta 2018.
 
Dinas Kehutanan menargetkan pembangunan 50 TMB pada tahun 2019. Taman itu tersebar di Jakarta Utara, Jakarta Timur dan Jakarta Barat. Perencanaan anggaran yang dikeluarkan untuk 50 TMB tersebut sebanyak Rp64 milliar.
 
"20 taman di kantor dinas, ada enam taman di lokasi suku dinas, sisanya di daerah Jakarta Barat dan Jakarta Timur," katanya.
 
Suzi mengatakan, tidak ada kriteria khusus dalam memilih lokasi TMB. Sebab, tujuan utama dibangunnya TMB adalah menambah RTH yang menjadi tempat beriteraksi warga.
 
"Jika tersedia (lahan) maka akan dibangun taman. Tujuannya untuk menambah ruang terbuka hijau di Ibu Kota.  Yang penting lokasinya bagus untuk dijadikan RTH dan tempat resapan air," kata Suzi.



(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id