Pembangunan Taman Maju Bersama Terkendala Lelang
Kendaraan melintas di antara rimbunnya pepohonan dan taman yang berada di sekitar Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat. Foto: MI/Usman Iskandar.
Jakarta: Program pembangunan taman maju bersama (TMB) belum juga terlaksana hingga pertengahan tahun ini. Pembangunan disebut terkendala proses lelang. 

Kepala Dinas Kehutanan, Pertamanan, dan Pemakaman DKI Djafar Muchlisin sempat berucap pembangunan akan dimulai Juni 2018. Namun, hingga kini, pihaknya belum menemukan pemenang lelang.

"Belum. Lelang sedang berjalan, kami masih menunggu konfirmasi. Mudah-mudahan pertengahan bulan ini dapat," kata Djafar saat dihubungi, Jakarta, Senin, 10 September 2018.


Tahun ini, sedikitnya ada 10 TMB yang akan dibangun di Jakarta. Taman itu ada di kawasan Rorotan, Kampung Baru, Pasar Minggu, Ragunan, Bambu Apus, Pesanggrahan, Kebon Jeruk, Cipayung, Lenteng Agung, dan Cipayung.

Ke-10 taman itu akan dibangun baru dengan total anggaran sekitar Rp27 miliar. Satu taman setidaknya membutuhkan lahan seluas 750 meter hingga 1.500 meter.

Taman-taman ini adalah proyek percontohan. Tahun berikutnya, Dinas Kehutanan, Pertamanan, dan Pemakaman akan menambah 50 TMB hingga target 261 TMB terpenuhi.

"Tahun selanjutnya baru akan bangun 50 lagi, tahun selanjutnya 50 lagi," ungkap dia.

Baca: Pemprov DKI Dinilai tak Siap Tambah RTH

TMB ini masuk dalam rancangan pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2018-2022. Djafar tak menampik konsep TMB mirip RPTRA milik Gubernur Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama. Namun, TMB merangkap fungsi ruang terbuka hijau.

"Kalau RPTRA kan banyak pakai bahan-bahan keras seperti paving block, bangunan, dan lain-lain. Kalau RTH perkerasannya paling banyak 20 persen dari total luas," ujar Djafar beberapa waktu lalu.



(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id