Banjir di Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis, 20 Mei 2020. Foto: Medcom.id/Zaenal Arifin
Banjir di Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis, 20 Mei 2020. Foto: Medcom.id/Zaenal Arifin

Antisipasi Banjir ala DKI: Turunkan Ekskavator Hingga Pasukan Pelangi

Nasional banjir jakarta Jakarta Banjir
Kautsar Widya Prabowo • 20 Oktober 2020 07:00
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan telah menyiapkan upaya-upaya pengendalian banjir. Salah satunya dengan menjalankan program meningkatkan volume tampung air.
 
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menjelaskan seluruh alat penunjang penanggulangan banjir telah dipersiapkan. Alat tersebut didukung seluruh dinas-dinas terkait.
 
"Seluruh alat berat yang kami miliki tidak kurang dari 261 ekskavator yang kita kerahkan. Kurang lebih 400 truk yang kita miliki kita kerahkan," ujar Ariza, sapaannya, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin, 19 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, pasukan pelangi yang terdiri pasukan oranye, hijau, biru, dan kuning siap mendukung pengendalian banjir. Mereka bakal memastikan waduk, sungai, situ, embung, dan codetan bersih dari sampah.
 
"Kemudian dilakukan penyedotan, dipindahkan ke sungai yang lebih besar kemudian ke laut," jelas dia.
 
Seluruh pompa yang bakal digunakan untuk menyedot genangan air sudah dipersiapkan. Dengan begitu, apabila alat tersebut dibutuhkan dapat langsung dioperasikan.
 
"Bahkan kami sudah siapkan buku panduan (dan) sudah menyiapkan satu sistem deteksi dini," tutur dia.
 
Pemerintah daerah diminta mengantisipasi potensi bencana di penghujung 2020. Curah hujan ekstrem yang dipengaruhi badai La Nina akan memasuki puncaknya.
 
Baca: Wagub DKI Enggan Membandingkan Naturalisasi dengan Normalisasi
 
"Provinsi harus menghimpun semua kekuatan yang ada di level provinsi, termasuk relawan dan dukungan yang lain," kata Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Lilik Kurniawan, dalam diskusi virtual, Rabu, 14 Oktober 2020.
 
Lilik menyebut dinas pekerjaan umum dapat menyiagakan banyak alat berat yang bisa dimanfaatkan selama bencana. Hal ini dibutuhkan bila terjadi longsor.

 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif