Banjir di perumahan Pondok Gede Permai, Jatiasih, Bekasi. Foto: ANT/Saptono
Banjir di perumahan Pondok Gede Permai, Jatiasih, Bekasi. Foto: ANT/Saptono

Wali Kota Bekasi Belum Maksimal Menangani Banjir

Nasional banjir banjir jakarta
Damar Iradat • 09 Januari 2020 06:00
Jakarta: Wali Kota Bekasi, Rachmat Effendi, mengakui penanganan banjir di Kota Bekasi belum maksimal. Pihaknya mengaku keteteran dengan banyaknya titik banjir di Kota Patriot itu.
 
"Kendalanya kan banjir merata, 75 persen. Peralatan dan fasilitas terbatas," kata Effendi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 8 Januari 2020.
 
Sosok yang kerap disapa Pepen itu mengatakan, saat ini Pemkot Bekasi juga masih terus berbenah menangani lumpur dan sampah bekas banjir kemarin. Di sisi lain, pihaknya juga tengah mengantisipasi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan jatuh pada 10 dan 11 Januari mendatang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pepen mengakui, pihaknya telah meminta pompa banjir kepada Gubernur DKI Anies Baswedan. Hal ini demi meminimalisasi banjir di Bekasi.
 
Pihaknya juga masih terus mempersiapkan langkah-langkah antisipasi mencegah banjir kembali merendam Bekasi. Kendati begitu, politikus Partai Golkar itu tidak membeberkan secara gamblang langkah-langkah antisipasi tersebut.
 
"Kita masih berjalan, kita informasikan. Harus siap dan hati-hati menghadapi cuaca ekstrem ini," tuturnya.
 
Di sisi lain, pihaknya juga akan mengevaluasi penanganan banjir di Kota Bekasi. Bahkan, ia mengaku sudah menerjunkan seluruh PNS di Kota Bekasi untuk turun membantu warga.
 
"Udah berapa hari ini pegawai saya liburin semua, suruh turun. (Membersihkan) sampah, apa semua. Mobil kami tambah, sewa," papar Pepen.
 
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam kesempatan yang sama mengatakan, pemerintah secara struktural telah melakukan pembenahan sepanjang Kali Bekasi. Pasalnya, pada banjir kemarin, banyak perumahan yang terendam banjir karena limpahan Kali Bekasi.
 
Menurut dia, pembenahan Kali Bekasi sudah dikerjakan sejak Jumat, 3 Januari 2020. Ia menargetkan pekerjaan Kali Bekasi rampung sebelum tanggal 10 Januari, pasalnya, cuaca ekstrem diperkirakan bakal terjadi kembali pada 10-15 Januari.
 
"Kami komitmen untuk Bekasi. Kali Bekasi belum ditangani secara sistematis, mulai tahun ini akan ditangani secara sistematis. Mudah-mudahan 2-3 tahun ada perkembangan lebih baik," tutur Basuki.
 
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terdapat 169 titik banjir di seluruh wilayah Jabodetabek dan Banten. Titik banjir terbanyak berada di Provinsi Jawa Barat 97 titik, DKI Jakarta 63 titik dan Banten 9 titik.
 
Wilayah yang paling terdampak banjir adalah Kota Bekasi (53 titik), Jakarta Selatan (39 titik), Kabupaten Bekasi (32 titik), dan Jakarta Timur (13 titik). Kedalaman banjir tertinggi sebesar 2,5 m terjadi di Perum Beta Lestari, Jatirasa, Jatiasih, Kota Bekasi.
 

(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif