Pengendara melintas di dekat rambu tilang elektronik di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta. (Foto: ANTARA/Nova Wahyudi)
Pengendara melintas di dekat rambu tilang elektronik di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta. (Foto: ANTARA/Nova Wahyudi)

Pelanggar 'Ganjil-Genap' Terbanyak Kena Tilang Elektronik

Nasional tilang elektronik
Siti Yona Hukmana • 02 Juli 2019 12:13
Jakarta: Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menerapkan sistem penilangan elektronik (e-TLE) dengan empat fitur terbaru sejak Senin, 1 Juli 2019. Sebanyak 118 pelanggar terekam kamera canggih itu.
 
"Sebanyak 65 pengendara ditilang karena melanggar area ganjil genap. Ini jenis pelanggaran paling banyak," kata Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Yusuf saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 2 Juli 2019.
 
Yusuf memerinci area-area yang melanggar ganjil genap. Di jembatan penyeberangan orang (JPO) Kementerian Pariwisata ada delapan kendaraan, tiga kendaraan di JPO Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, 51 orang di JPO Hotel Sultan, dan tiga orang lainnya di traffic light (TL) Sarinah arah ke Bundaran Hotel Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jenis pelanggaran kedua terbanyak ialah pada pengemudi yang tidak mengenakan sabuk pengaman. Yusuf mengatakan ada 39 pengendara yang ditilang.
 
"Sebanyak 35 pengemudi ditilang di JPO Hotel Sultan dan empat pengemudi di JPO Kemenpan RB," ujar Yusuf.
 
Baca juga:Denda Tilang Elektronik Bisa Mencapai Rp750 Ribu
 
Yusuf menjelaskan 14 pengemudi ditilang karena kedapatan menggunakan telepon genggam saat berkendara. Sebanyak 14 pengemudi itu di tilang di JPO Kemenpan RB.
 
"Total ada 118 kendaraan ditilang. Sebanyak 108 kendaraan pelat hitam dan 10 kendaraan pelat kuning," pungkas Yusuf.
 
Ditlantas Polda Metro Jaya saat ini mempunyai 12 kamera tilang elektronik. Dua kamera telah diterapkan sejak 1 November 2018. Sedangkan 10 kamera dengan empat fitur terbaru beroperasi, Senin, 1 Juli 2019.
 
Jenis pelanggaran yang dapat terekam oleh e-TLE, yakni marka jalan, lampu merah, traffic light (TL). Kemudian, empat fitur terbaru yakni pelanggaran ganjil genap, tidak menggunakan sabuk pengaman, menggunakan ponsel saat berkendara dan melebihi kecepatan maksimal 40km/jam.
 
Dua belas kamera ini ditempat di kawasan Sudirman-Thamrin. Di antaranya, JPO MRT Senayan, JPO MRT Semanggi, JPO Kemenpar, JPO MRT Kemenpan RB, Fly Over Sudirman, Simpang Bundaran Patung Kuda, Fly Over Thamrin, Simpang Sarinah, Simpang Sarinah Starbucks, dan JPO Plaza Gajah Mada.
 
Tilang elektronik ini dinilai mampu menurunkan jumlah pelanggar hingga 40 persen. Ke depan, tilang elektronik ditargerkan dapat menekan jumlah pelanggaran di atas 50 persen.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif