Sopir Bajaj Kesulitan Dapat BBG
Ilustrasi Bajaj BBG. Foto: MI/Immanuel Antonius fz
Jakarta: Sejumlah sopir bajaj kesulitan mendapatkan bahan bakar gas (BBG). Banyak mesin pengisian BBG di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) tak berfungsi.
 
Ketua Bajaj Komunitas (BATAS) Aris Fazani mengaku sudah mengecek SPBG di Pesing, Pluit, Grogol, dan Pedongkelan. Hasilnya, seluruh tempat mengalami kerusakan.
 
"Katanya mesinnya eror dan gas habis," kata Aris saat dihubungi, Jumat, 30 November 2018.
 
Aris mengatakan kelangkaan BBG dan kerusakan mesin sudah berlangsung selama satu bulan.
Anehnya, lanjut Aris, TransJakarta dan taksi masih bisa mendapatkan BBG.
 
"Ini jadi berdampak ke penghasilan kami. Padahal, omzet sopir bajaj sudah merosot dalam beberapa tahun terakhir karena ada (kendaraan) online," ungkap dia.

Baca: Harga Tidak Menarik Penyebab Pemanfaatan BBG Tidak Maksimal

Kendati tak mendapat jatah BBG, para sopir bajaj tetap mengantri hingga berjam-jam. Aris khawatir akan mendapatkan sanksi bila mengubah bahan bakar.
 
"Kalau ganti bahan bakar nanti ditilang karena dianggap melakukan pelanggaran, belum lagi jika uji KIR tentunya akan ditolak," ucap Aris.
 
Aris meminta Pemerintah DKI memperbanyak SPBG dan stok BBG. Dengan begitu, ribuan sopir bajaj di Ibu Kota dapat beroperasi seperti semula.




(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id