Ilustrasi kereta mass rapid transit (MRT). Foto: Antara/Rivan Awal Lingga.
Ilustrasi kereta mass rapid transit (MRT). Foto: Antara/Rivan Awal Lingga.

Estimasi Biaya Pembangunan MRT Fase 2A Naik, Ini Penyebabnya

Kautsar Widya Prabowo • 20 September 2022 16:12
Jakarta: PT Moda Raya Terpadu (MRT) menyebut estimasi anggaran dalam proyek pembangunan MRT fase 2A meningkat ketimbang perencanaan pada 2018. Saat ini, prakiraan anggaran mencapai Rp25,3 triliun.
 
"Estimasi awalnya Rp 22,6 triliun sekarang menjadi Rp 25,3 triliun," ujar Direktur Konstruksi MRT Jakarta Silvia Halim di kantor pusat MRT di Wisma Nusantara, Jakarta, Selasa, 20 September 2022.
 
Silvia menjelaskan beberapa hal yang menyebabkan meningkatnya anggaran tersebut. Seperti terjadinya kenaikan harga raw material lebih dari 50 persen akibat pandemi covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lalu, kelangkaan material semi konduktor, inflasi akibat perang antara Rusia dengan Ukrania, kenaikan harga minyak dan energi dunia. Kemudian, jumlah stasiun yang lebih banyak untuk jalur Kota-Ancol Barat.
 

Baca: Anies: Proyek MRT Jakarta Pekerjaan Beberapa Gubernur 


"Jadi ada supply chain problem juga kita ketahui bersama. Over the years dan puncaknya tahun ini. Karena ada faktor pandemi, faktor perang di Europe apalagi ada isu crisis semi conductor material," jelasnya.
 
Silvia menekankan besaran anggaran tersebut telah mencakup eskalasi harga hingga proyek selesai. Termasuk, untuk mengantisipasi adanya hal-hal di luar perencanaan.
 
"Diharapkan pelaksanaan efesiensi dan optimalisasi itu bisa dilakukan sehingga total biaya proyek tidak setinggi itu," bebernya.
 
Pembangunan MRT fase 2A dimulai dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) hingga Kota. Proyek tersebut dibangun sejak 2019.
 
(AGA)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif