Kesibukan para calon penumpang KRL Jabodetabek di Stasiun Manggarai, Jakarta. Foto: MI/Andri Widiyanto
Kesibukan para calon penumpang KRL Jabodetabek di Stasiun Manggarai, Jakarta. Foto: MI/Andri Widiyanto

Alasan Pusat Stasiun Digeser ke Manggarai

Nasional kereta api stasiun kereta api pt kai
Damar Iradat • 17 Oktober 2019 11:14
Jakarta: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membeberkan alasan memindahkan pusat stasiun dari Gambir ke Manggarai. Stasiun Manggarai dianggap bisa menjadi salah satu penghubung ke moda transportasi lain.
 
"Jadi orang itu enggak keluar dari sana. Dari sana langsung ke Depok. Dari sana langsung ke Bekasi. Dari sana mereka langsung ke tempat lain," kata Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 17 Oktober 2019.
 
Budi mengakui masih ada beberapa kelemahan Stasiun Manggarai jika dijadikan pusat stasiun. Salah satunya lokasi yang kurang strategis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, nantinya Stasiun Manggarai bisa dielaborasi angkutan umum lain. Saat ini, integrasi antara Stasiun Manggarai dan transportasi lain hanya dengan TransJakarta.
 
"Terutama dengan LRT, dengan Transjakarta sudah banyak," ungkap dia.
 
Pemindahan pusat stasiun ke Manggarai, menurut Budi, sejatinya rencana lama. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mematangkan pemindahan dan berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI).
 
Stasiun Manggarai diproyeksikan menjadi pusat stasiun. Tak hanya untuk kereta api jarak pendek atau KRL Jabodetabek, Stasiun Manggara akan menjadi stasiun pemberhentian terakhir kereta api jarak jauh.
 
Stasiun Manggarai bakal menggantikan posisi Stasiun Gambir. Nantinya, pemberhentian terakhir kereta api jarak jauh seperti rute Jakarta-Bandung, Jakarta-Yogyakarta, hingga Jakarta-Surabaya, berada di Stasiun Manggarai.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif