Wagub DKI Ahmad Riza Patria/Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
Wagub DKI Ahmad Riza Patria/Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo

Upayakan Distribusi Air Bersih, Pemprov DKI Ingin Cegah Penurunan Tanah

Nasional DKI Jakarta Pemprov DKI Air Bersih Krisis Air Bersih Distribusi Air Bersih di DKI
Kautsar Widya Prabowo • 07 Oktober 2021 06:39
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengupayakan distribusi air bersih yang cukup. Upaya itu untuk mencegah penurunan permukaan tanah.
 
"Ke depan kita akan menambah sumber air bersih dan juga pipanisasi sampai ke rumah-rumah," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria (Ariza) di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu, 6 Oktober 2021. 
 
Ariza menyakini penyaluran air bersih melalui PAM Jaya dapat mengurangi penggunaan air tanah, sehingga dapat menekan potensi penurunan permukaan tanah. Saat ini, penyaluran air bersih baru mencapai 65 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Krisis Air Bersih, Warga Pademangan Pakai Air Galon untuk Kebutuhan Sehari-hari
 
"Dalam beberapa tahun ke depan, mudah-mudahan 100 persen masyarakat Jakarta dapat air bersih melalui PAM, tidak lagi melalui jet PAM," kata Wagub.
 
Kementerian PUPR menargetkan merampungkan dua proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) di 2024. SPAM yang dibangun ialah Jatiluhur 1 dan Karian-Serpong, yang bertujuan menghentikan penggunaan air tanah oleh masyarakat Jakarta dan sekitarnya.
 
"Ini tentunya juga untuk menjaga agar penurunan tanah di Jakarta tidak terjadi kembali. Kita harapkan dua SPAM bakal COD (commercial operation date) pada 2024," ujar Dirjen Cipta Karya PUPR Diana Kusumastuti di Gedung Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Senin, 4 Oktober 2021.
 
SPAM regional tersebut untuk memenuhi kebutuhan air bagi DKI Jakarta dan wilayah sekitarnya, yakni Bekasi dan Karawang. Untuk sumber air bagi SPAM tersebut akan diambil dari Bendungan Jatiluhur bagi SPAM Regional Jatiluhur 1 dan Bendungan Karian untuk SPAM Karian Serpong.
 
"Ini dikarenakan wilayah DKI Jakarta tidak memiliki sumber air baku," ucapnya.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif