Raperda Reklamasi Teluk Jakarta Masih Gelap
Pulau hasil reklamasi Teluk Jakarta. Foto: MI/Ramdani.
medcom.id, Jakarta: Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman sudah mencabut moratorium Pulau G sebagai bagian reklamasi Teluk Jakarta. Namun, dua rancangan peraturan daerah (Raperda) yang mengatur reklamasi Teluk Jakarta belum ada kejelasan.
 
Reklamasi bakal terkendala jika DPRD DKI dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum menuntaskan Raperda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, serta Raperda Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta.
 
“Saya belum tahu. Belum ada arahan dari ketua (Ketua DPRD Prasetio Edi Marsudi). Sudah dirapimkan (rapat pimpinan) kemarin. Cuma saya baca harus ada hal yang diperbaiki,” kata Wakil Ketua DPRD DKI, Mohammad Taufik di gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu 18 Oktober 2017.

 

Perwakilan ketua fraksi DPRD DKI telah melakukan rapim bersama Sekretaris Daerah Saefullah dan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tuty Kusumawati. Hasilnya, sejumlah perwakilan ketua fraksi meminta Djarot Saiful Hidayat yang ketika itu masih menjabat gubernur DKI merevisi surat permintaan dilanjutkannya dua raperda zonasi reklamasi.


Baca: Luhut tak Masalah Anies-Sandi Hentikan Reklamasi Jakarta

Mereka mempermasalahkan poin soal kontribusi tambahan sebesar 15%. Sebab, kontribusi tambahan dalam surat gubernur tidak memiliki regulasi. Lagipula, kontribusi tambahan sudah tercantum dalam draft Perda. Mereka juga mempermasalahkan sebutan ‘reklamasi’ di sana. DPRD menilai perda ini bukan tentang reklamasi tapi kawasan reklamasi.
 
Taufik menjelaskan, reklamasi bisa dihentikan bila ada pelanggaran. Untuk itu, seluruh pihak dari mulai eksekutif, legislatif, masyarakat nelayan dan pengembang didesak untuk diskusi terbuka.
 
“Sekarang kan sudah hampir selesai. Tinggal ada satu atau dua pasal yang saya lupa apa. Kita cuma ingin kewajiban-kewajiban pengembang itu masuk kas daerah. Jangan eksekutif seenaknya membelanjakan,” kata Taufik.





(FZN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id