Drainase Vertikal Hanya Menangkal Banjir Tertentu
Ilustrasi banjir - Medcom.id/Nur Azizah
Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membangun ribuan drainase vertikal guna mencegah banjir. Namun, tak semua genangan air bisa diatasi sistem besutan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu.

Ada tiga tipe penyebab banjir. Pertama banjir disebabkan air laut atau rob, kemudian hujan di hulu yang bisa meluapkan air sungai. Selanjutnya, banjir disebabkan hujan yang membuat air tidak menyerap di permukaan tanah karena terbatasnya daerah resapan.

"Drainase vertikal ini cocok di wilayah yang kurang bisa menyerap air hujan. Jadi, harus dibedakan itu ya, bukan karena hujan atau banjir rob atau meluapnya kali," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta, Ricki Marojahan, saat dihubungi Medcom.id, Selasa, 27 November 2018.


Ricki mengatakan telah menguji coba drainase vertikal di tiga tempat berbeda. Dari uji coba, banjir diklaim cepat surut. 

"Di sebuah lapangan, kalau hujan, terdapat genangan dua hingga tiga hari. Kemarin dengan adanya drainase vertikal, satu hingga dua jam sudah surut. Itu sekitar 50-60 meter kubik airnya," beber Ricki. 

(Baca juga: Drainase Vertikal Diklaim Berhasil Diuji di Tiga Tempat)

Kemudian di sebuah sekolah yang kerap tergenang air selama 24 jam, air bisa terserap dalam kurun 15 menit dengan luas genangan 5 meter kubik. Sementara, di sebuah jalan raya yang biasanya tergenang lebih dari 10 jam, air justru surut dalam 15 menit dengan luas genangan 2,5 meter kubik.

Namun, dia enggan membeberkan lokasi persis uji coba. Termasuk wilayah yang bakal menjadi prioritas dibuat drainase vertikal. 

Ricki hanya menyebut wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan menjadi prioritas drainase vertikal. "Kita ingin supaya itu betul-betul efektif, tidak semau-maunya. Karena kita kan ada energi. Kami dibebani tugas untuk melakukan kajian terhadap uji coba itu," beber Ricki.

Anies juga belum mempublikasikan hasil uji coba drainase vertikal tersebut yang telah digelar Kamis, 22 November 2018. Drainase vertikal direncanakan dibangun di empat wilayah DKI Jakarta, yakni di Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat. Sebanyak 1.383 drainase vertikal akan dibangun selama 2019.

(Baca juga: Drainase Vertikal Diprioritaskan di Jakarta Timur dan Selatan)
 



(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id