Jakarta: Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, masih merajalela. Setelah digadang menjadi Kawasan Unggul Tertib Kota awal tahun ini, PKL masih mengokupasi trotoar.
Pantauan di lapangan, sejumlah PKL menduduki trotoar di Jalan Matraman Raya, Bali Mester, Jakarta Timur, Jalan Jatinegara Timur, dan Jalan Bekasi Barat.
Di atas trotoar kebanyakan PKL menjual hewan, seperti burung, ayam, reptil dan ikan. Sejak pagi pedagang ikan mulai membersihkan rak-rak ikan cupang dan mengisi air di plastik.
Ember-ember besar sudah berisi ikan yang siap jual lengkap dengan selang. Akibatnya, trotoar kusam dan becek lantaran air dari ember meluber.
Posisi lapak dagangan para PKL memang berada di belakang jalur kuning (warning sign) untuk disabilitas. Namun, menjelang sore biasanya PKL kian tak terbendung hingga memakan badan trotoar sisi luar. Jalur pejalan kaki menjadi sempit.
Edi, 49, salah satu pedagang ikan di trotoar mengatakan belum berencana pindah meski tahu akan ada penertiban. Sebelumnya, direncanakan pedagang ikan dipindah ke Raden Inten, Duren Sawit, Jakarta Timur. Menanggapi itu Edi menggelengkan kepala tanda tidak berminat pindah.
"Enggak jadi kayaknya sih. Sampai sekarang belum ada apa-apa. Satpol PP kalau datang kadang-kadang saja," imbuhnya ditemui di lokasi, Rabu, 19 September 2018.
Menuju Jalan Bekasi Barat PKL juga berdiri di depan ruko-ruko. Bahkan di atas trotoar yang sudah diperlebar mulai muncul beberapa PKL bergerobak yang menjual kopi dan mie ayam. Sementara 200 meter dari situ mobil Satpol PP terparkir beserta petugasnya.
Lima petugas itu tidak melarang para pedagang yang mengokupasi trotoar. Seorang petugas Satpol PP yang enggan disebut identitasnya mengatakan hanya melakukan razia bila ada instruksi dari pimpinan.
"Ya kalau ada perintah dari pimpinan saja kita lakukan razia. Lagipula setelah tidak dirazia PKL pun datang lagi dan lagi," katanya.
Pada malam hari, PKL dadakan rutin mengokupasi trotoar di Jalan Bekasi Timur, tepat di kolong flyover Jalan Jenderal A. Yani. PKL menjual pakaian, aksesoris, dan celana lengkap menggunakan lampu penerangan.
Di sisi jalan lainnya, trotoar diokupasi pedagang handphone bekas juga pedagang makanan.
Pemprov DKI sebelumnya merevitalisasi trotoar di Kawasan Jatinegara di beberapa titik. Di antaranya di Jalan Bekasi Barat, samping Stasiun Jatinegara dan Jalan Jatinegara Timur, Rawa Bunga, arah Kampung Melayu. Trotoar menjadi lebih lebar menjadi sekitar 3-4 meter. Warning sign pun masih berwarna kuning cerah.
Baca: Pemprov DKI Izinkan PKL Dagang di Trotoar
Trotoar yang sudah direvitalisasi itu tidak bersih seluruhnya. Trotoar di Jembatan Item, Jalan Jatinegara Timur, tak jauh dari lampu merah, dipenuhi pedagang barang bekas.
Mereka menjajakan beragam elektronik dan lain sebagainya. Mulai dari televisi, blender, sepatu hingga cincin bekas. PKL biasa datang sore menjelang malam. Penyandang disabilitas dipastikan tidak bisa lewat karena PKL menutupi warning sign.
"Sebelum direvitalisasi juga kita kan jualan di sini. Kita jualan di sini karena enggak dapat lapak di dalam," kata Imam pedagang barang bekas.
Camat Jatinegara Nasrudin Abu Bakar sebelumnya mengatakan, akan menata Kawasan Jatinegara menjadi Kawasan Unggul Tertib Kota. Beberapa kali Satpol PP merazia PKL di kawasan itu tahun ini. Namun, PKL datang lagi saat Satpol PP tidak merazia. Petugas Satpol PP mengaku tidak mengetahui perihal Kawasan Jatinegara yang dijadikan Kawasan Tertib Kota.
Camat Jatinegara Nasrudin Abu Bakar mengatakan sampai saat ini belum bisa merelokasi PKL, terutama pedagang ikan. Pasalnya, lokasi relokasi di Raden Intan belum siap. "Kita masih kendala lahan relokasi pedagang ikan." pungkasnya.
Jakarta: Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, masih merajalela. Setelah digadang menjadi Kawasan Unggul Tertib Kota awal tahun ini, PKL masih mengokupasi trotoar.
Pantauan di lapangan, sejumlah PKL menduduki trotoar di Jalan Matraman Raya, Bali Mester, Jakarta Timur, Jalan Jatinegara Timur, dan Jalan Bekasi Barat.
Di atas trotoar kebanyakan PKL menjual hewan, seperti burung, ayam, reptil dan ikan. Sejak pagi pedagang ikan mulai membersihkan rak-rak ikan cupang dan mengisi air di plastik.
Ember-ember besar sudah berisi ikan yang siap jual lengkap dengan selang. Akibatnya, trotoar kusam dan becek lantaran air dari ember meluber.
Posisi lapak dagangan para PKL memang berada di belakang jalur kuning (warning sign) untuk disabilitas. Namun, menjelang sore biasanya PKL kian tak terbendung hingga memakan badan trotoar sisi luar. Jalur pejalan kaki menjadi sempit.
Edi, 49, salah satu pedagang ikan di trotoar mengatakan belum berencana pindah meski tahu akan ada penertiban. Sebelumnya, direncanakan pedagang ikan dipindah ke Raden Inten, Duren Sawit, Jakarta Timur. Menanggapi itu Edi menggelengkan kepala tanda tidak berminat pindah.
"Enggak jadi kayaknya sih. Sampai sekarang belum ada apa-apa. Satpol PP kalau datang kadang-kadang saja," imbuhnya ditemui di lokasi, Rabu, 19 September 2018.
Menuju Jalan Bekasi Barat PKL juga berdiri di depan ruko-ruko. Bahkan di atas trotoar yang sudah diperlebar mulai muncul beberapa PKL bergerobak yang menjual kopi dan mie ayam. Sementara 200 meter dari situ mobil Satpol PP terparkir beserta petugasnya.
Lima petugas itu tidak melarang para pedagang yang mengokupasi trotoar. Seorang petugas Satpol PP yang enggan disebut identitasnya mengatakan hanya melakukan razia bila ada instruksi dari pimpinan.
"Ya kalau ada perintah dari pimpinan saja kita lakukan razia. Lagipula setelah tidak dirazia PKL pun datang lagi dan lagi," katanya.
Pada malam hari, PKL dadakan rutin mengokupasi trotoar di Jalan Bekasi Timur, tepat di kolong flyover Jalan Jenderal A. Yani. PKL menjual pakaian, aksesoris, dan celana lengkap menggunakan lampu penerangan.
Di sisi jalan lainnya, trotoar diokupasi pedagang handphone bekas juga pedagang makanan.
Pemprov DKI sebelumnya merevitalisasi trotoar di Kawasan Jatinegara di beberapa titik. Di antaranya di Jalan Bekasi Barat, samping Stasiun Jatinegara dan Jalan Jatinegara Timur, Rawa Bunga, arah Kampung Melayu. Trotoar menjadi lebih lebar menjadi sekitar 3-4 meter. Warning sign pun masih berwarna kuning cerah.
Baca: Pemprov DKI Izinkan PKL Dagang di Trotoar
Trotoar yang sudah direvitalisasi itu tidak bersih seluruhnya. Trotoar di Jembatan Item, Jalan Jatinegara Timur, tak jauh dari lampu merah, dipenuhi pedagang barang bekas.
Mereka menjajakan beragam elektronik dan lain sebagainya. Mulai dari televisi, blender, sepatu hingga cincin bekas. PKL biasa datang sore menjelang malam. Penyandang disabilitas dipastikan tidak bisa lewat karena PKL menutupi warning sign.
"Sebelum direvitalisasi juga kita kan jualan di sini. Kita jualan di sini karena enggak dapat lapak di dalam," kata Imam pedagang barang bekas.
Camat Jatinegara Nasrudin Abu Bakar sebelumnya mengatakan, akan menata Kawasan Jatinegara menjadi Kawasan Unggul Tertib Kota. Beberapa kali Satpol PP merazia PKL di kawasan itu tahun ini. Namun, PKL datang lagi saat Satpol PP tidak merazia. Petugas Satpol PP mengaku tidak mengetahui perihal Kawasan Jatinegara yang dijadikan Kawasan Tertib Kota.
Camat Jatinegara Nasrudin Abu Bakar mengatakan sampai saat ini belum bisa merelokasi PKL, terutama pedagang ikan. Pasalnya, lokasi relokasi di Raden Intan belum siap. "Kita masih kendala lahan relokasi pedagang ikan." pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)