Jakarta: Relawan medis yang bergabung ke DKI Jakarta didominasi perawat. Para relawan bakal diperbantukan untuk penanganan covid-19 (korona) di sejumlah tempat.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menegaskan DKI merekrut total 1.173 relawan tenaga kesehatan. Ia memerinci relawan terdiri atas 740 perawat, 140 dokter umum, dan 118 pranata laboratorium. Kemudian, tenaga kesehatan lain, yakni dokter spesialis paru 2 orang, dokter spesialis penyakit dalam 1 orang, dokter spesialis anestesi 1 orang, dokter spesialis anak 1 orang, dan dokter spesialis obgyn 3 orang.
Selanjutnya, 12 bidan serta 4 perawat pencegah dan pengendali infeksi (IPCN). Sementara itu, tenaga penunjang terdiri atas 4 radiografer, 89 penyuluh kesehatan, dan 49 surveilans.
(Baca: Perlindungan Tenaga Medis Harus Diprioritaskan)
"Kami ucapkan terima kasih pada organisasi, para profesional yang mau bahu membahu bersama Dinas Kesehatan DKI menangani covid-19," kata Widyastuti dalam acara 'Arahan Gubernur DKI Jakarta kepada Tenaga Profesional Kesehatan Penanggulangan Covid-19' secara daring, Selasa, 8 September 2020.
Widyastuti menuturkan para relawan akan ditempatkan di RSUD DKI, Unit Pelayanan Teknis Laboratorium Kesehatan Daerah (UPT Labkesda), puskesmas, Dinas Kesehatan, dan sebagian rumah sakit swasta dan BUMN yang mengajukan ke DKI.
Para relawan akan digaji dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI. Dokter spesialis mendapat Rp15 juta per bulan dan dokter umum Rp10 juta. Kemudian, perawat Rp7,5 juta dan tenaga penunjang Rp4,2 juta-5 juta.
Jakarta: Relawan medis yang bergabung ke DKI Jakarta didominasi perawat. Para relawan bakal diperbantukan untuk penanganan covid-19 (
korona) di sejumlah tempat.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menegaskan DKI merekrut total
1.173 relawan tenaga kesehatan. Ia memerinci relawan terdiri atas 740 perawat, 140 dokter umum, dan 118 pranata laboratorium. Kemudian, tenaga kesehatan lain, yakni dokter spesialis paru 2 orang, dokter spesialis penyakit dalam 1 orang, dokter spesialis anestesi 1 orang, dokter spesialis anak 1 orang, dan dokter spesialis obgyn 3 orang.
Selanjutnya, 12 bidan serta 4 perawat pencegah dan pengendali infeksi (IPCN). Sementara itu, tenaga penunjang terdiri atas 4 radiografer, 89 penyuluh kesehatan, dan 49 surveilans.
(Baca:
Perlindungan Tenaga Medis Harus Diprioritaskan)
"Kami ucapkan terima kasih pada organisasi, para profesional yang mau bahu membahu bersama Dinas Kesehatan DKI menangani covid-19," kata Widyastuti dalam acara 'Arahan Gubernur
DKI Jakarta kepada Tenaga Profesional Kesehatan Penanggulangan Covid-19' secara daring, Selasa, 8 September 2020.
Widyastuti menuturkan para
relawan akan ditempatkan di RSUD DKI, Unit Pelayanan Teknis Laboratorium Kesehatan Daerah (UPT Labkesda), puskesmas, Dinas Kesehatan, dan sebagian rumah sakit swasta dan BUMN yang mengajukan ke DKI.
Para relawan akan digaji dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI. Dokter spesialis mendapat Rp15 juta per bulan dan dokter umum Rp10 juta. Kemudian, perawat Rp7,5 juta dan tenaga penunjang Rp4,2 juta-5 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)