Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Penerapan Masa Transisi Diyakini Tak Mudah

Fachri Audhia Hafiez • 04 Juni 2020 21:09
Jakarta: Pemprov DKI Jakarta memutuskan memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dengan masa transisi menuju kondisi aman, sehat, dan produktif. Namun, kebijakan itu disebut tak mudah diterapkan di lapangan.
 
"Keinginannya baik tetapi di lapangannya kan sulit," kata pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia (UI) Agus Pambagio dalam program Prime Talk Metro TV dengan tema 'PSBB Masa Transisi, Apa Bedanya?', Kamis, 4 Juni 2020.
 
Agus mencontohkan pembukaan pusat perbelanjaan atau mal dengan syarat mengurangi 50  persen kapasitas pengunjung. Pemantauan terhadap pembatasan jumlah pengunjung belum juga diatur.

Aturan yang memuat pemantauan pembatasan pengunjung tersebut juga mesti diperhatikan. Dikhawatirkan masalah timbul karena adanya gesekan ketika pengunjung dibatasi.
 
"Nah sekarang bagaimana membatasi 50 persen. Kita hitung dari yang masuk, kita hitung dari mobil masuk, ini harus jelas. Supaya tidak terjadi bantah membantah dan debat yang tidak perlu di pintu masuk," ucap Agus.
 
Baca: Pasien Covid-19 Sembuh Diminta Donorkan Plasma Darah
 
Pakar Epidemiologi dari UI Pandu Riono juga meminta masyarakat menahan diri untuk tidak melakukan euforia meski adanya pelonggaran pembatasan. Semua pihak mesti memahami bahwa kondisi darurat virus korona (covid-19) belum rampung.
 
Perubahan perilaku kehidupan sehari-hari mencegah penularan sejatinya mesti dilakukan. Hal tersebut guna menekan angka positif maupun meninggal akibat virus korona di masa transisi.
 
"Kita belum mencabut kedaruratan kesehatan masyarakat, kita belum mencabut masalah bencana nasional, kita belum mencabut PSBB. Jadi kegiatan ini jangan abuse, harus dimanfaatkan sebagai kegiatan sebagai kelonggaran," kata Pandu.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(JMS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan