Jakarta: Jumlah penerima dan isi bantuan sosial (bansos) di DKI Jakarta pada tahap kedua akan bertambah. Penambahan ini berdasarkan laporan penyaluran bansos tahap pertama masih banyak penerima bantuan yang belum terdata.
"Ini lagi digodok oleh pemprov (DKI Jakarta)," kata Kepala Divisi Perkulakan Retail Distribusi PD Pasar Jaya, Edison Sembiring saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa, 28 April 2020.
Sejak 25 April 2020, Pemprov DKI belum melaporkan perkembangan penyaluran bansos tahap kedua. Edison menjelaskan hal itu karena data penerima bansos tahap kedua masih dalam pembahasan.
"Sejak tanggal tersebut kita sudah selesai pendistribusian bansos tahap pertama. Data fix penambahan belum ada karena masih dibahas. Kami masih terus berkomunikasi dan meeting dengan pemprov," jelas Edison.
Edison menerangkan hasil evaluasi bansos tahap pertama ialah menyangkut mekanisme distribusi dan jenis item paket yang memengaruhi ketersedian stok di Pasar Jaya. Dia mengaku Pasar Jaya sempat kewalahan akibat keterbatasan stok barang dari Jakgrosir.
"Kami harus mengikat kerja sama dengan vendor supply. Rata-rata vendornya dari pihak swasta. Dalam satu item kita membutuhkan 3-4 supporting vendor," terang Edison.
Baca: Pendataan Penerima Bansos DKI Dinilai Berantakan
Dalam Keputusan Gubernur Nomor 386 Tahun 2020 tentang Penerima Bantuan Sosial Bagi Penduduk yang Rentan Terdampak Covid-19 dalam Pemenuhan Kebutuhan Pokok Selama Pelaksanaan PSBB di Provinsi DKI Jakarta, disebutkan ada 1.194.633 kepala Keluarga penerima bantuan sosial.
Kepgub tersebut juga mengatur bansos yang diberikan Pemprov DKI senilai Rp149.500 per paket. Isi paket sembako yang diberikan berupa satu karung beras lima kilogram, dua kaleng sarden kecil, satu pouch minyak goreng 0,9 liter, dua bungkus biskuit, dua masker kain, dan dua sabun mandi batang. Tanpa uang tunai.
Jakarta: Jumlah penerima dan isi bantuan sosial (bansos) di DKI Jakarta pada tahap kedua akan bertambah. Penambahan ini berdasarkan laporan penyaluran bansos tahap pertama masih banyak penerima bantuan yang belum terdata.
"Ini lagi digodok oleh pemprov (DKI Jakarta)," kata Kepala Divisi Perkulakan Retail Distribusi PD Pasar Jaya, Edison Sembiring saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa, 28 April 2020.
Sejak 25 April 2020, Pemprov DKI belum melaporkan perkembangan penyaluran bansos tahap kedua. Edison menjelaskan hal itu karena data penerima bansos tahap kedua masih dalam pembahasan.
"Sejak tanggal tersebut kita sudah selesai pendistribusian bansos tahap pertama. Data fix penambahan belum ada karena masih dibahas. Kami masih terus berkomunikasi dan meeting dengan pemprov," jelas Edison.
Edison menerangkan hasil evaluasi bansos tahap pertama ialah menyangkut mekanisme distribusi dan jenis item paket yang memengaruhi ketersedian stok di Pasar Jaya. Dia mengaku Pasar Jaya sempat kewalahan akibat keterbatasan stok barang dari Jakgrosir.
"Kami harus mengikat kerja sama dengan vendor
supply. Rata-rata vendornya dari pihak swasta. Dalam satu item kita membutuhkan 3-4
supporting vendor," terang Edison.
Baca: Pendataan Penerima Bansos DKI Dinilai Berantakan
Dalam Keputusan Gubernur Nomor 386 Tahun 2020 tentang Penerima Bantuan Sosial Bagi Penduduk yang Rentan Terdampak Covid-19 dalam Pemenuhan Kebutuhan Pokok Selama Pelaksanaan PSBB di Provinsi DKI Jakarta, disebutkan ada 1.194.633 kepala Keluarga penerima bantuan sosial.
Kepgub tersebut juga mengatur bansos yang diberikan Pemprov DKI senilai Rp149.500 per paket. Isi paket sembako yang diberikan berupa satu karung beras lima kilogram, dua kaleng sarden kecil, satu
pouch minyak goreng 0,9 liter, dua bungkus biskuit, dua masker kain, dan dua sabun mandi batang. Tanpa uang tunai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AZF)