Tangkapan layar Metro TV
Tangkapan layar Metro TV

Pinjol Ilegal di PIK Digerebek, 1 Manajer Kena Ciduk

MetroTV • 26 Januari 2022 21:30
Jakarta: Polda Metro Jaya kembali menggerebek kantor perusahaan pinjaman online (pinjol) ilegal di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Jakarta Utara, pada Rabu, 26 Januari 2022 sore. Penggerebekan ini dilakukan oleh kepolisian untuk memberantas pinjol ilegal sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo. 
 
Penggerebekan ini bukan kali pertama dilakukan oleh kepolisian. Sebelumnya, kepolisian sudah menggerebek beberapa pinjol ilegal di beberapa daerah.
 
Dari penggerebekan di PIK, petugas menangkap 99 orang. "Hari ini kami mengamankan satu orang manajer yang bertanggung jawab di sini dan 98 karyawan," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ruko yang dijadikan kantor tersebut mengoperasikan 14 aplikasi pinjol. Di antaranya adalah aplikasi DanaAman, UangRodi, GoCredit, dan Dana Induk.
 
Sebanyak 98 karyawan pinjol ilegal itu dibagi menjadi dua tim. Tim reminder dan tim pengingat keterlambatan. Tim reminder bertugas mengingatkan para peminjam 1-2 hari sebelum jatuh tempo. Total karyawan di tim reminder berjumlah 48 orang.
 
Sisanya, sebanyak 50 orang bertugas mengingatkan terkait keterlambatan. Tim pengingat keterlambatan dibagi menjadi beberapa periode, yakni 1-7 hari, 8-15 hari, 16-30 hari, serta 31-60 hari. 
 
"Dalam operasionalnya, tim pengingat keterlambatan kerap menggunakan cara yang melanggar hukum termasuk menyebarkan data pribadi peminjam," kata Endra.
 
Baca: 99 Karyawan Perusahaan Pinjol Ilegal di Jakarta Utara Diamankan
 
Pinjol yang ditawarkan sebesar Rp1 juta hingga Rp10 juta. Pinjol ini juga tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, mayoritas karyawan pinjol ini merupakan anak di bawah umur.
 
Endra mengatakan perusahaan pinjol ini baru berjalan sekitar dua bulan sejak Desember 2021. Meski begitu, perusahaan pinjol ini berhasil menarik ratusan nasabah. Hal ini dibuktikan dengan satu karyawan yang berhasil menghubungi lebih dari satu orang.
 
Dana yang dimiliki pinjol ini tergolong sangat banyak. Saat ini, polisi tengah menelusuri sumber dana yang dimiliki.
 
Pihak yang terkena penggerebekan akan dibawa ke Polda Metro Jaya untuk diperiksa lebih lanjut. Pelaku pinjol dijerat Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Pasal 62 Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Mereka diancam hukuman maksimal 5 tahun penjara. (Hana Nushratu)
 
(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif