Ilustrasi penyegelan sementara/Medcom.id
Ilustrasi penyegelan sementara/Medcom.id

43 Perkantoran di Jaksel Langgar Prokes

Aria Triyudha • 25 Februari 2022 01:10
Jakarta: Sebanyak 43 perkantoran di wilayah Jakarta Selatan (Jaksel) disanksi akibat melanggar aturan protokol kesehatan (prokes) pencegahan covid-19. Mayoritas pelanggaran terkait belum adanya barcode aplikasi PeduliLindungi.
 
"Pengelola gedung perkantoran beralasan sulit mengurus pembuatan barcode PeduliLindungi," kata Kepala Suku Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi (Nakertrans) dan Energi Jaksel Sudrajat melalui keterangan tertulis, Kamis, 24 Februari 2022.
 
Dia menjelaskan Suku Dinas Nakertrans dan Energi Jaksel tetap menjatuhi sanksi teguran terhadap perkantoran yang belum memasang barcode aplikasi PeduliLindungi. Pihaknya tak ragu menjatuhkan sanksi lebih tegas apabila perusahaan tetap membandel.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Satgas Covid-19 Ultimatum Pengelola Fasilitas Publik
 
Sudrajat mengungkapkan pelanggaran lainnya antara lain tidak ada pakta integritas terkait work from office. Perkantoran kategori non-esensial tidak menerapkan pola kerja 50 persen bekerja di kantor sesuai aturan PPKM level 3.
 
Dari 43 perkantoran yang melanggar, 29 di antaranya diberikan sanksi teguran tertulis. Sisanya  penutupan operasional sementara terhitung sejak 11 Januari hingga 21 Februari 2022.
 
"Kam tidak pandang bulu menjatuhkan sanksi kepada pengelola perkantoran di Jaksel yang masih tidak mematuhi prokes pencegahan covid-19 selama PPKM level 3," tegas Sudrajat.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif