Ilustrasi uang. Medcom.id
Ilustrasi uang. Medcom.id

UMP DKI Naik Tak Sampai 1%, Buruh Bakal Gelar Aksi Protes

Hilda Julaika • 22 November 2021 13:47
Jakarta: Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) DKI Jakarta akan menggelar aksi merespons keputusan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI 2022. UMP DKI 2021 naik di bawah 1 persen.
 
“KSPI DKI menolak keras nilai yang ditetapkan oleh Gubernur DKI Jakarta. Kami akan melakukan aksi untuk memprotes dan juga meminta gubernur bisa mencari solusi atas kondisi buruh di DKI Jakarta,” kata Ketua KSPI DKI Jakarta, Winarso, saat dihubungi Media Indonesia, Senin, 22 November 2021.
 
Winarso menyebut kenaikan UMP sangat tidak rasional. Meski dengan alasan menghindari kesenjangan upah di tiap wilayah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pasalnya, kata Winarso, buruh sudah semakin terjepit secara ekonomi. Baik dari segi pengupahan maupun status kerja.
 
“Seharusnya pemerintah hadir di tengah-tengah antara kepentingan buruh dan juga pengusaha,” tegas dia.
 
Baca: Anies Tetapkan UMP DKI Rp4.453.935
 
Pihaknya menuntut kenaikan mengacu survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) buruh. Survei disebut menunjukkan kenaikan mencapai 10 persen.
 
Winarso juga tak terima kondisi pandemi covid-19 menjadi alasan. Sebab, kebutuhan selama pandemi justu sangat besar.
 
“Regulasi PPKM memaksa buruh untuk membeli secara rutin kebutuhan untuk mengatasi covid-19 dan itu menjadi sebuah kebutuhan pokok,” tutur dia.
 
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menetapkan UMP 2022 sebesar Rp4.453.935,536. Hal itu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang menjadi acuan bagi seluruh wilayah Indonesia.
 
"Jadi, sudah ditetapkan besaran upah minimum provinsi DKI Jakarta pada Tahun 2022 sebesar Rp4.453.935,536," kata Anies dikutip dari siaran pers Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Provinsi DKI Jakarta, Minggu, 21 November 2021.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif