Gubernur DKI Jakarta Anies BaswedanMedcom.id/Nur Azizah
Gubernur DKI Jakarta Anies BaswedanMedcom.id/Nur Azizah

Anies Minta Pelajar Bermasalah Diperhatikan

Nasional Omnibus Law Anies Baswedan Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
Sri Yanti Nainggolan • 15 Oktober 2020 11:57
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta agar orang tua atau sekolah tidak menghukum anak yang bermasalah, misalnya mereka yang ditangkap saat unjuk rasa. Mereka justru harus dididik lebih banyak.
 
"Karena itu saya selalu sampaikan, sudah tidak zaman lagi kalau anak yang bermasalah malah dikeluarkan dari sekolah," kata Anies di Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2020.
 
Didikan bisa melalui dialog antara orang tua dengan anak. Sementara itu, guru bisa mendidik melalui penugasan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"(Guru menugaskan pelajar) kaji soal UU Cipta Kerja. 'Di mana yang menurut anda (pelajar) harus diperbaiki, mana yang tidak disetujui'," contoh Anies.
 
Baca: Mabes Polri Sebut 806 Pelajar Ikut Demo 13 Oktober
 
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut menganggap penugasan tersebut dapat merangsang anak tentang kepedulian pada bangsa. Pendidikan dan orang tua justru seharusnya khawatir jika anak tak peduli bangsa dan Tanah Air.
 
"Sekarang diarahkan dengan tugas yang mendidik," kata Anies.
 
Namun, Anies mempersilakan polisi mengatur pemulangan pelajar yang ditangkap saat demo UU Cipta Kerja. Anies tak mempersoalkan polisi yang enggan melepas pelajar jika tak dijemput orang tua masing-masing.
 
"Polda tidak memerlukan persetujuan gubenur dan tidak memerlukan penolakan gubernur juga," ujar Anies.
 
Baca: Disdik DKI Imbau Orang Tua Awasi Anak Belajar di Rumah
 
Orang tua paling bertanggung jawab mengawasi anak saat pandemi. Sebab, guru tak bisa mengawasi anak seperti di sekolah karena proses belajar mengajar berlangsung daring.
 
Sebanyak 1.377 terduga perusuh dalam demonstrasi Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) ditangkap. Mayoritas pelaku kerusuhan merupakan pelajar.
 
"Sebanyak 75-80 persen adalah anak-anak sekolah. Kurang lebih 900-800 sekian," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, Rabu, 14 Oktober 2020.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif