Ilustrasi DKI Jakarta/Medcom.id/Nur Ajijah
Ilustrasi DKI Jakarta/Medcom.id/Nur Ajijah

Aturan Lengkap PPKM Level 1

Nasional DKI Jakarta Kemendagri PPKM PPKM Jawa-Bali PPKM Diperpanjang PPKM Level 1 PPKM DKI
Sri Yanti Nainggolan • 02 November 2021 11:06
Jakarta: Pemerintah kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada 2-15 November 2021. Provinsi DKI Jakarta kini berstatus PPKM level 1.
 
Aturan tersebut tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 57 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3, 2, dan 1 Covid-19. Regulasi itu ditandatangani Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada 1 November 2021.
 
"Untuk wilayah Kabupaten/Kota dengan kriteria level 1 yaitu Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Kota Administrasi Jakarta Barat, Kota Administrasi Jakarta Timur, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Kota Administrasi Jakarta Utara dan Kota Administrasi Jakarta Pusat," tulis Inmendagri Nomor 57 Tahun 2021, dikutip Medcom.id, Selasa, 2 November 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berikut aturan lengkap kapasitas maksimal untuk wilayah dengan penerapan PPKM level 1. 

Pembelajaran tatap muka (PTM) 50 persen

Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dilaksanakan dengan kapasitas 50 persen. Kecuali untuk sekolah luar biasa dengan kapasitas 62-100 persen dan pendidikan anak usia dini (PAUD) dengan kapasitas maksimal 33 persen. 

Bioskop 70 persen

Kapasitas maksimal penonton di bioskop menjadi 70 persen dan hanya pengunjung dengan kategori Hijau dan Kuning dalam PeduliLindungi yang boleh masuk. 

Tempat ibadah dan tempat wisata 75 persen

Tempat ibadah dapat mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah dengan maksimal 75 persen kapasitas. 
 
Baca: PPKM Diperpanjang, Ini 21 Kabupaten dan Kota Berstatus Level 1
 
Sementara, fasilitas umum seperti area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya) diizinkan buka dengan kapasitas serupa. Penerapan ganjil-genap di sepanjang jalan menuju dan dari lokasi tempat wisata mulai Jumat pukul 12.00 sampai dengan Minggu pukul 18.00 waktu setempat.

Resepsi pernikahan dan konser 75 persen

Resepsi pernikahan dapat diadakan dengan maksimal 75 persen kapasitas ruangan. Kegiatan seni, budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan (lokasi seni, budaya, sarana olahraga dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) juga diizinkan buka dengan kapasitas yang sama. 

Bekerja dari kantor (WFO) 75 persen

Pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial diberlakukan 75 persen Work From Office (WFO) bagi pegawai yang sudah divaksin dan wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi pada pintu akses masuk dan keluar tempat kerja.

Pasar tradisional dan supermarket 100 persen

Supermarket, hypermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari boleh buka dengan kapasitas pengunjung 100 persen. 
 
Para pengunjung wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi yang dimulai sejak tanggal 14 September 2021. Apotek dan toko obat dapat buka selama 24 jam.

Mal 100 persen

Kegiatan pada pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan dibuka dengan kapasitas
maksimal 100 persen sampai dengan pukul 22.00 waktu setempat. 

Makan di tempat 100 persen 

Warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan pukul 22.00 waktu setempat dengan maksimal pengunjung makan maksimal 75 persen. Hal serupa berlaku untuk restoran, kafe, dan rumah makan di dalam maupun di luar mal. 
 
Kapasitas tempat makan 100 persen dalam PPKM level 1. Foto: AFP
Kapasitas tempat makan 100 persen dalam PPKM level 1. Foto: AFP
 
Sementara, tempat kuliner dengan jam operasional malam hari dibolehkan buka pukul 18.00-00.00 dengan kapasitas maksimal 75 persen. 

Transportasi umum 100 persen

Transportasi umum (kendaraan umum, angkutan masal, taksi (konvensional dan online) dan kendaraan sewa/rental) diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 100 persen. 
 
Bagi pelaku perjalanan jarak jauh, ada syarat wajib memiliki hasil pemeriksaan covid-19 dan kartu vaksin. Penumpang pesawat wajib menunjukkan Antigen (H-1) bagi pelaku perjalanan yang sudah divaksin dua kali atau PCR (H-3) bagi pelaku perjalanan yang baru divaksin satu kali untuk masuk/keluar wilayah Jawa dan Bali.
 
Sementara, penumpang pesawat antarwilayah Jawa dan Bali perlu menunjukkan Antigen (H-1) bagi pelaku perjalanan yang sudah divaksin dua kali atau PCR (H-3) bagi pelaku perjalanan yang baru divaksin satu kali. 
 
(MBM)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif