Pengemudi motor masuk jalur TransJakarta. Foto: ANT/Aprillio Akbar
Pengemudi motor masuk jalur TransJakarta. Foto: ANT/Aprillio Akbar

Pengendara Motor Perhatikan Hal Ini Agar Tak Kena Tilang Elektronik

Nasional tilang elektronik sistem tilang elektronik
Renatha Swasty • 03 Februari 2020 17:07
Jakarta: Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah memberlakukan sistem tilang elektronik pada sepeda motor sejak 1 Februari 2020. Sebanyak341 pemotor kena tilang elektronikperMinggu, 2 Februari 2020, .
 
Ada sejumlah hal yang mesti diperhatikan agar terhindar dari tilang:

1. Masuk Jalur TransJakarta

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan kamera tilang elektronik di jalur TransJakarta sepanjang Sudirman-Thamrin dan Koridor VI (Ragunan-Dukuh Atas 2). Kepolisian sengaja meletakkan kamera tilang di wilayah ini lantaran pada jam padat sepeda motor kerap menerabas masuk jalur TransJakarta.

2. Masuk Jalan Layang Non Tol (JLNT)

Pengendara motor yang kerap bandel memasuki JLNT khusus kendaraan roda empat juga siap-siap ditilang. Ada tiga JLNT yang menjadi target kepolisian, yakni Kampung Melayu-Tanah Abang, Antasari, dan Daan Mogot.
 
Pemasangan kamera tilang dilakukan bergilir lantaran keterbatasan peralatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pengendara Motor Perhatikan Hal Ini Agar Tak Kena Tilang Elektronik
Polisi menilang pengendara motor yang melintas Jalan Layang Non Tol Kampung Melayu-Tanah Abang. ANT/Aprillio Akbar

3. Main Ponsel

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya juga bakal tegas pada pengendara motor yang kerap bermain ponsel. Tilang elektronik bisa membaca pengendara bermain ponsel saat mengendarai motor.
 
"Menggunakan GPS tidak kena (tilang). Kalau sambil jalan mengetik kena, tapi kalau berhenti dulu baru ketik-ketik tidak kena," kata Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Kombes Yusuf.

4. Pelanggaran Lain

Pengendara yang tidak menggunakan helm, menerobos lampu merah, dan melanggar marka jalan juga siap-siap ditilang.
 
Kamera tilang baru bisa mendeteksi pelat nomor kendaraan dengan huruf B. Namun, kendaraan dari luar Jabodetabek yang tidak menggunakan pelat nomor huruf B tetap masuk data di kepolisian.
 
Besaran denda tilang diatur Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Besaran denda bervariasi mulai Rp200 ribu, Rp500 ribu, hingga Rp750 ribu.
 

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif