Ilustrasi. (Foto: MI/Arya Manggala)
Ilustrasi. (Foto: MI/Arya Manggala)

Rencana Hujan Buatan Pemprov DKI Disebut Mubazir

Nasional polusi udara
Candra Yuri Nuralam • 04 Juli 2019 09:08
Jakarta: Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPPB) Ahmad Safruddin menilai rencana hujan buatan yang akan dilakukan Pemprov DKI Jakarta mubazir. Hujan buatan dinilai sia-sia.
 
"Buang-buang duit saja dan enggak efektif karena kemarau dengan angin muson dari arah tenggara atau timur juga membawa polutan dari Pantura Jawa Barat dan Jawa Tengah," kata Ahmad kepada Medcom.id, Kamis, 4 Juli 2019.
 
Ahmad mengatakan, hujan buatan hanya berlangsung sekali sedangkan polusi akan terus terjadi. Hujan buatan dianggap sebagai solusi sementara yang tidak bisa dilakukan untuk jangka panjang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemprov DKI pun diminta fokus pada penanganan polusi ketimbang menggunakan cara singkat yang tak berpengaruh banyak. Meski menangani polusi butuh waktu, paling tidak muncul harapan polusi akan berkurang di masa depan.
 
"Selain sumber emisi Jakarta sendiri yang cukup tinggi. Yang paling efektif ya menghentikan dari sumbernya secara terpadu," ujar Ahmad.
 
Baca juga:Pemprov DKI Berencana Memodifikasi Cuaca
 
Dia meminta Gubernur DKi Anies Baswedan untuk tidak mudah dibodohi anak buahnya dengan hujan buatan yang singkat. Pemikiran itu, lanjutnya, hanya solusi gegabah dari permasalahan yang terlanjur viral di masyarakat.
 
"Jangan mau Gubernur ditipu oleh project seeker hujan buatan," tegas Ahmad.
 
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta berencana melakukan teknologi modifikasi cuaca atau dikenal dengan hujan buatan. Tujuannya, untuk mengurangi partikel polusi di atmosfer.
 
"Nanti pembahasannya akan kita lakukan. Tapi memang itu termasuk opsi," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Andono di DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu, 3 Juli 2019.
 
Andai hujan buatan dilaksanakan, Pemprov DKI akan berkerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). "Enggak bisa Pemda DKI sendiri, karena enggak punya keahlian dan resource itu (BPPT)," ujar dia.

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif