Ilustrasi--Suasana gedung bertingkat terlihat samar oleh selimut kabut dan asap polusi di Jakarta Selatan. (Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan)
Ilustrasi--Suasana gedung bertingkat terlihat samar oleh selimut kabut dan asap polusi di Jakarta Selatan. (Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan)

Pemprov DKI Berencana Memodifikasi Cuaca

Nasional dki jakarta polusi udara
Nur Azizah • 03 Juli 2019 13:30
Jakarta: Pemprov DKI Jakarta berencana melakukan teknologi modifikasi cuaca atau dikenal dengan hujan buatan. Tujuannya, untuk mengurangi partikel polusi di atmosfer.
 
"Nanti pembahasannya akan kita lakukan. Tapi memang itu termasuk opsi," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Andono di DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu, 3 Juli 2019.
 
Andai hujan buatan dilaksanakan, Pemprov DKI akan berkerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). "Enggak bisa Pemda DKI sendiri, karena enggak punya keahlian dan resource itu (BPPT)," ujar dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Makin hari, kualitas udara di Jakarta semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan penelitian Greenpeace udara rata-rata tahunan PM 2.5 di Jakarta menunjukan angka 34.57 ug/m3.
 
Juru Kampanye Greenpeace Indonesia Bondan Andriyanu mengatakan angka tersebut melebihi dua kali lipat baku mutu udara ambien nasional yakni 15 ug/m3. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyebutkan, sebanyak 196 hari udara di Jakarta tidak sehat selama 2018.
 
Baca juga:Kemarau Memperparah Polusi Udara Jakarta
 
Data ini berdasarkan hasil pantau yang terletak di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat. Sedangkan dalam satu tahun hanya 35 hari yang dinyatakan sehat.
 
"Dampak kesehatan atas pencemaran udara khususnya PM 2,5 sejumlah penyakit pernapasan serius, mulai dari infeksi saluran pernafasan atas (ISPA), jantung, paru-paru, risiko kematian dini, hingga kanker paru," kata Bondan beberapa waktu lalu.
 
Dia mengatakan bila pencemaran udara terus dibiarkan, sama saja pemerintah membunuh warga pelan-pelan. Greenpeace dan Gerakan Inisiatif Bersihkan Udara Koalisi Semesta Ibu Kota mendesak Pemerintah pusat dan daerah mengambil langkah guna mengatasi pencemaran udara.
 
"Harus mengambil langkah nyata untuk menutup sumber pencemar udara," ujar Bondan.
 
Ia bahkan tak segan melayangkan gugatan kepada pemerintah akibat lalai menangani polusi udara di Jakarta. Terdapat tujuh calon tergugat yakni Presiden RI, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Menteri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri, Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Jawa Barat dan Gubernur Banten.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif