Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Daftar 59 Kantor DKI Jadi Klaster Baru Covid-19

Nasional Virus Korona
Cindy • 28 Juli 2020 02:31
Jakarta: Penyebaran virus korona (covid-19) terjadi di lingkungan perkantoran di DKI Jakarta. Tercatat sebanyak 59 kantor di DKI menjadi klaster baru covid-19 dengan total 375 kasus.
 
"Betul, kepada kantor yang ada kasus dilakukan tracing (pelacakan) kontak," kata Kepala bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia, kepada Medcom.id, Senin, 27 Juli 2020.
 
Dwi mengatakan pelacakan kontak dilakukan kepada pegawai kantor yang dinyatakan positif covid-19. Pelacakan hingga ke keluarga pegawai kantor tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk kantor dilakukan desinfeksi di area yang bisa berpotensi risiko penularan," ucap Dwi.
 
Pemprov DKI selanjutnya akan membina pegawai serta mengatur sistem kerja kantor. Pihaknya akan mengawasi dan memastikan penerapan protokol kesehatan.
 
"Kepatuhan protokol di kantor menjadi tanggung jawab pimpinan kantor," tegas dia.
 
Baca: 1.242 Pelanggar PSBB DKI Jakarta Dalam Sehari
 
Berikut daftar klaster baru covid-19 di lingkungan kementerian antara lain:
 
1. Kementerian Keuangan sebanyak 25 kasus
2. Kemendikbud sebanyak 22 kasus
3. Kemenparekraf sebanyak 15 kasus
4. Kementerian Kesehatan sebanyak 10 kasus
5. Kementerian ESDM sebanyak 9 kasus
6. Litbangkes sebanyak 8 kasus
7. Kementerian Pertahanan sebanyak 6 kasus
8. Kementerian Perhubungan sebanyak 6 kasus
9. Kementerian Kelautan dan Perikanan sebanyak 6 kasus
10. Kementerian Luar Negeri sebanyak 3 kasus
11. Kemenpan-RB sebanyak 3 kasus
12. Kementrian Komunikasi dan Informatika sebanyak 3 kasus
13. Kementerian Pertahanan sebanyak 2 kasus
14. Kementerian Hukum dan HAM sebanyak 1 kasus
15. Kemenristek RI sebanyak 1 kasus
16. Kementerian Lingkungan Hidup sebanyak 1 kasus
17. Kementerian PPAPP sebanyak 1
 
Kemudian klaster di lingkungan perusahaan DKI yakni:
 
1. Kantor PT Antam sebanyak 68 kasus
2. Kimia Farma pusat sebanyak 20 kasus
3. Samudera Indonesia sebanyak 10 kasus
4. Pertamina sebanyak 3 kasus
5. Indosat sebanyak 2 kasus
6. PSTW Kelapa Dua Wetan sebanyaj 2 kasus
7. Kantin sebanyak 2 kasus
8. Siemens Pulogadung sebanyak 1 kasus
9. MY Indo Airland sebanyak 1 kasus
10. PT NET sebanyak 1 kasus
11. SMESCO belum lapor
12. ACT belum lapor
 
Lalu klaster di dinas, lembaga dan kantor pemerintahan antara lain:
 
1. Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Jakarta Utara sebanyak 23 kasus
2. Samsat Polda Metro Jaya sebanyak 20 kasus
3. Lembaga Administrasi Negara (LAN) sebanyak 17 kasus
4. Dinas Kesehatan DKI Jakarta sebanyak 15 kasus
5. PLN sebanyak 7 kasus
6. PMI Pusat sebanyak 6 kasus
7. Badan Tenaga Nuklir Indonesia (BATAN) sebanyak 5 kasus
8. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebanyaj 5 kasus
9. BRI sebanyak 5 kasus
10. Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) sebanyak 4 kasus
11. Dinas Perhubungan MT Haryono sebanyak 4 kasus
12. Komisi Yudisial sebanyak 3 kasus
13. Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) sebanyak 3 kasus
14. PTSP Wali Kota Jakarta Barat sebanyak 3 kasus
15. Dinas UMKM DKI sebanyak 3 orang
16. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebanyak 2 kasus
17. Badan Narkotika Nasional (BNN) sebanyak 2 kasus
18. Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta sebanyak 2 kasus
19. Kantor Camat Koja sebanyak 2 kasus
20. Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) sebanyak 1 kasus
21. Bhayangkara sebanyak 1 kasus
22. Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) sebanyak 1 kasus
23. Kantor Kecamatan Cempaka Putih sebanyak 1 kasus
24. Kantor Kelurahan Cempaka Putih Barat sebanyak 1 kasus
25. Kantor Kecamatan Menteng sebanyak 2 kasus
26. Suku Badan Pendapatan Daerah sebanyak 1 kasus
27. PAMDAL sebanyak 1 kasus
28. Polres Jakarta Utara sebanyak 1 kasus
29. Dinas Kehutanan sebanyak 1 kasus
30. Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) sebanyak 1 kasus
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif