Suasana di halaman Balai Kota DKI Jakarta yang menjadi kantor gubernur dan wakil gubernur. Foto: MI/Arya Manggala
Suasana di halaman Balai Kota DKI Jakarta yang menjadi kantor gubernur dan wakil gubernur. Foto: MI/Arya Manggala

Pemilihan Wagub Tertutup Buat Publik 'Buta' Dinamika Politik

Nasional Virus Korona Pengganti Sandiaga Uno
Fachri Audhia Hafiez • 04 April 2020 11:58
Jakarta: Proses pemilihan wakil gubernur (wagub) DKI Jakarta secara tertutup dikhawatirkan berdampak pada ketidaktahuan publik mengenai proses dinamika politik di dalamnya. Pasalnya, akses menyaksikan pemilihan wagub DKI dibatasi, termasuk untuk awak media.
 
"Karena kan media butuh untuk menjelaskan soal dinamika yang sedang berkembang di dalamnya. Interupsi misalnya pasti ada dinamika dan gimik-gimik politik yang akan terjadi selama proses pemilihan itu," kata pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, kepada Medcom.id, Sabtu, 4 April 2020.
 
Menurut dia, jika alasan pemilihan secara tertutup untuk mencegah penyebaran virus korona (covid-19), ada banyak pilihan yang bisa digunakan untuk menyiarkan langsung proses pemilihan pendamping Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu. Panitia Pemilihan (Panlih) Wagub bisa mempertimbangkan penggunaan fasilitas siaran langsung melalui beberapa aplikasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"DPR saja rapatnya pakai aplikasi. Jangan ada alasan (karena) virus korona semua proses dan peristiwa politik di DPRD tidak bisa diakses. Karena kuliah saja online, rapat komisi juga online, ada yang pakai Skype, Zoom, dan seterusnya," ujar Adi.
 
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia ini menegaskan pembatasan media massa dalam meliput sama halnya dengan menutupi keingintahuan publik mengenai pengganti eks Wagub Sandiaga Salahuddin Uno itu. Media massa sejatinya berperan menyampaikan komitmen para cawagub untuk menjalankan tugas kepemimpinan di Ibu Kota.
 
"Kalau teman-teman media yang menjadi juru bicara semua peristiwa politik ditutup aksesnya saya kira itu enggak bagus, enggak ada proses transparansi. Publik (menjadi) enggak tahu visi misi dua kandidat itu seperti apa kan," ujar Adi.
 
Dua calon wagub DKI, Nurmansjah Lubis dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Ahmad Riza Patria dari Partai Gerindra, akan menjalani proses pemilihan melalui rapat paripurna DPRD pada Senin, 6 Maret 2020. Proses pemilihan tertutup bagi masyarakat.
 
Pemilihan Wagub Tertutup Buat Publik 'Buta' Dinamika Politik
Gedung DPRD DKI Jakarta. Foto: MI/Panca Syurkani
 
Baca: Wabah Tak Boleh Jadi Alasan Pemilihan Wagub DKI Tertutup
 
“Tidak ada (pelibatan jurnalis). Kan dari awal tidak bisa liputan. Sifatnya sama kayak sekarang (pemaparan visi misi cawagub) ini kita tertutup, steril,” kata Ketua Panlih Wagub Farazandi Fidinansyah di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Jumat, 3 April 2020.
 
Farazandi berdalih keputusan itu sesuai dengan prosedur tetap (protap). Protap itu, kata dia, telah dibahas dengan pimpinan DPRD. Namun, seluruh proses dapat disaksikan setelah pemilihan selesai.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif