Jakarta: Jumlah calon penumpang di Terminal Bus Kampung Rambutan, Jakarta Timur, mengalami penurunan drastis. Hal itu terkait imbauan pemerintah warga Ibu Kota tak meninggalkan rumah dan tak mudik ke kampung halaman.
Kepala Terminal Bus Kampung Rambutan Made Jonny, mengatakan jumlah calon penumpang di Terminal Kampung Rambutan mengalami penurunan hingga 50 persen dari biasanya. Meskipun belum ada larangan resmi warga mudik ke kampung halamannya.
"Penumpang ada penurunan, biasa rata-rata per hari itu ada tiga ribuan, dan sekarang rata-rata per hari itu di bawah dua ribu, sekitar 1.500 sampai 1.700," kata Made di Terminal Bus Kampung Rambutan, Jaktim, Jumat, 27 Maret 2020.
Baca: Warga Nekat Mudik Harus Diisolasi di Kampung Halaman
Menurut Made, pihaknya sendiri tidak bisa melarang warga berpergian. Pasalnya, bellum ada surat edaran larangan warga dari Ibu Kota mudik ke kampung halamannya.
"Kalau larangan kita belum, tapi kalau untuk imbauan, kita terus imbau jangan ada yang bepergian terlebih dahulu, tetap tinggal di rumah saja dan jaga jarak," ucapnya.
Untuk larangan bepergian ke luar kota, Made mengaku masih menungggu kebijakan lebih lanjut dari pemerintah pusat. Meski demkian, berbagai upaya pencegahan telah dilakukan
"Kita sudah melakukan sosialisasi, terutama terkait social distancing, penyiapan fasilitas cuci tangan, hand sanitizer dan pengukuran suhu tubuh bagi para calon penumpang yang akan melakukan perjalanan dari Jakarta maupun yang tiba di Jakarta," ucapnya.
Jakarta: Jumlah calon penumpang di Terminal Bus Kampung Rambutan, Jakarta Timur, mengalami penurunan drastis. Hal itu terkait imbauan pemerintah warga Ibu Kota tak meninggalkan rumah dan tak mudik ke kampung halaman.
Kepala Terminal Bus Kampung Rambutan Made Jonny, mengatakan jumlah calon penumpang di Terminal Kampung Rambutan mengalami penurunan hingga 50 persen dari biasanya. Meskipun belum ada larangan resmi warga mudik ke kampung halamannya.
"Penumpang ada penurunan, biasa rata-rata per hari itu ada tiga ribuan, dan sekarang rata-rata per hari itu di bawah dua ribu, sekitar 1.500 sampai 1.700," kata Made di Terminal Bus Kampung Rambutan, Jaktim, Jumat, 27 Maret 2020.
Baca:
Warga Nekat Mudik Harus Diisolasi di Kampung Halaman
Menurut Made, pihaknya sendiri tidak bisa melarang warga berpergian. Pasalnya, bellum ada surat edaran larangan warga dari Ibu Kota mudik ke kampung halamannya.
"Kalau larangan kita belum, tapi kalau untuk imbauan, kita terus imbau jangan ada yang bepergian terlebih dahulu, tetap tinggal di rumah saja dan jaga jarak," ucapnya.
Untuk larangan bepergian ke luar kota, Made mengaku masih menungggu kebijakan lebih lanjut dari pemerintah pusat. Meski demkian, berbagai upaya pencegahan telah dilakukan
"Kita sudah melakukan sosialisasi, terutama terkait
social distancing, penyiapan fasilitas cuci tangan,
hand sanitizer dan pengukuran suhu tubuh bagi para calon penumpang yang akan melakukan perjalanan dari Jakarta maupun yang tiba di Jakarta," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WHS)