Jakarta: Korban kebakaran di Taman Kota, Kembangan, Jakarta Barat tak mau direlokasi. Mereka sudah nyaman tinggal di kawasan ini.
Salah seorang warga, Parman, 50, mengaku baru tahu wacana relokasi yang pernah disampiakan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno itu. Ia pun menolaknya karena sudah kerasan 26 tahun tinggal di kawasan Taman Kota.
"Saya sudah 26 tahun di sini, sudah seperti keluarga dengan warga lainnya, bila harus pindah ke rusun saya takut tidak akan sebaik ini," kata Parman kepada Medcom.id, Rabu, 11 April 2018.
Parman sudah tinggal di kawasan Taman Kota sejak muda hingga kini memiliki tiga anak yang sudah dewasa.
Warga lainnya, Narsip, 45, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meninjau ulang wacana relokasi ini. Apalagi, kata dia, warga Taman Kota selama ini tak pernah mengganggu ketertiban umum.
"Saya tidak setuju bila harus dipindah. Sebab kita bukan kriminal seperti yang dikampung-kampung kumuh itu. Kita di sini banyak pekerja, punya penghasilan, enggak menyusahkan pemerintah," kata Narsip.
Baca: Korban Kebakaran Taman Kota Mulai Bangun Kembali Rumah
Narsip pun meminta ada keadilan bila Pemprov DKI tetap merelokasi warga. Relokasi tersebut harus menyeluruh kepada warga yang menduduki lahan untuk ruang terbuka hijau.
"Kalau mau dibikin taman seharusnya sampai ujung kali sana juga harusnya ikut direlokasi. Tapikan rumah mereka enggak ikut kebakar, apa mau mereka direlokasi?" ucap dia.
Ia pun meminta Pemprov DKI mengizinkan warga membangun kembali rumah yang sempat hangus terbakar.
Kini, warga yang menjadi korban kebakaran sebagian dipindah sementara ke daerah sekitar kawasan Taman Kota. Mereka masih menunggu kepastian nasibnya dari Pemprov DKI.
"Katanya hari ini bakal ada rapat jam 15.00 WIB di kelurahan, belum tahu apa yang dibahas tapi mungkin masalah relokasi," kata Parman.
Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Perumahan Taman Kota, Kembangan, Jakarta Barat pada Kamis, 29 Maret malam. Si jago merah melalap sekitar 400 rumah dan menewaskan beberapa warga. Kebakaran ini diduga karena korsleting arus listrik.
Jakarta: Korban kebakaran di Taman Kota, Kembangan, Jakarta Barat tak mau direlokasi. Mereka sudah nyaman tinggal di kawasan ini.
Salah seorang warga, Parman, 50, mengaku baru tahu wacana relokasi yang pernah disampiakan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno itu. Ia pun menolaknya karena sudah kerasan 26 tahun tinggal di kawasan Taman Kota.
"Saya sudah 26 tahun di sini, sudah seperti keluarga dengan warga lainnya, bila harus pindah ke rusun saya takut tidak akan sebaik ini," kata Parman kepada Medcom.id, Rabu, 11 April 2018.
Parman sudah tinggal di kawasan Taman Kota sejak muda hingga kini memiliki tiga anak yang sudah dewasa.
Warga lainnya, Narsip, 45, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meninjau ulang wacana relokasi ini. Apalagi, kata dia, warga Taman Kota selama ini tak pernah mengganggu ketertiban umum.
"Saya tidak setuju bila harus dipindah. Sebab kita bukan kriminal seperti yang dikampung-kampung kumuh itu. Kita di sini banyak pekerja, punya penghasilan, enggak menyusahkan pemerintah," kata Narsip.
Baca: Korban Kebakaran Taman Kota Mulai Bangun Kembali Rumah
Narsip pun meminta ada keadilan bila Pemprov DKI tetap merelokasi warga. Relokasi tersebut harus menyeluruh kepada warga yang menduduki lahan untuk ruang terbuka hijau.
"Kalau mau dibikin taman seharusnya sampai ujung kali sana juga harusnya ikut direlokasi. Tapikan rumah mereka enggak ikut kebakar, apa mau mereka direlokasi?" ucap dia.
Ia pun meminta Pemprov DKI mengizinkan warga membangun kembali rumah yang sempat hangus terbakar.
Kini, warga yang menjadi korban kebakaran sebagian dipindah sementara ke daerah sekitar kawasan Taman Kota. Mereka masih menunggu kepastian nasibnya dari Pemprov DKI.
"Katanya hari ini bakal ada rapat jam 15.00 WIB di kelurahan, belum tahu apa yang dibahas tapi mungkin masalah relokasi," kata Parman.
Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Perumahan Taman Kota, Kembangan, Jakarta Barat pada Kamis, 29 Maret malam. Si jago merah melalap sekitar 400 rumah dan menewaskan beberapa warga. Kebakaran ini diduga karena korsleting arus listrik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AZF)