Jakarta: Korban kebakaran di Taman Kota, Kembangan, Jakarta Barat, mulai membangun kembali rumahnya. Mereka berharap bisa kembali tinggal di lokasi.
"Karena selama rapat itu pemberitahuannya tidak ada masalah relokasi, " kata Katijan, 49, warga Taman Kota, kepada Medcom.id di lokasi bekas kebakaran, Rabu, 11 April 2018.
Dengan sisa harta yang tersisa, Katijan membeli pasir, bata, dan memanggil tukang untuk membangun rumahnya kembali. Langkah Katijan ini diikuti beberapa warga lainnya, salah satunya Siti, 52.
Siti mengaku sedikit demi sedikit sudah mulai membenahi rumahnya. Meskipun, dia mengaku tidak akan total membenahi rumahnya karena ketiadaan modal.
"Saya ikut warga lainnya (benah-benah rumah)," kata Siti.
Warga pun mengaku tidak mengetahui soal wacana relokasi yang pernah disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Namun, mereka berharap tidak dipindah dari lokasi.
Mereka berdalih ada banyak pertimbangan jika harus dipindah. Alasan itu adalah masalah sosiologis seperti kedekatan antara warga, pekerjaan, dan soal infrastruktur.
Baca: Pemukiman Padat Penduduk di Jakarta akan Dipasangi Hidran
"Kalau di rusun lihatnya saja sudah sesak. Belum lagi kalau harus naik ke lantai 4 atau 5," kata Parman, 50.
Namun, mereka pasrah terhadap apa pun keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Mereka sadar selama ini menumpang di lahan tersebut.
"Kita tahu ini lahan milih Pemda untuk ruang terbuka hijau, tapi kalau bisa biar tetap diizinkan tinggal kembali di sini," aku Parman.
<iframe class="embedv" width="560" height="315" src="https://www.medcom.id/embed/9K54d9Pk" allowfullscreen></iframe>
Jakarta: Korban kebakaran di Taman Kota, Kembangan, Jakarta Barat, mulai membangun kembali rumahnya. Mereka berharap bisa kembali tinggal di lokasi.
"Karena selama rapat itu pemberitahuannya tidak ada masalah relokasi, " kata Katijan, 49, warga Taman Kota, kepada
Medcom.id di lokasi bekas kebakaran, Rabu, 11 April 2018.
Dengan sisa harta yang tersisa, Katijan membeli pasir, bata, dan memanggil tukang untuk membangun rumahnya kembali. Langkah Katijan ini diikuti beberapa warga lainnya, salah satunya Siti, 52.
Siti mengaku sedikit demi sedikit sudah mulai membenahi rumahnya. Meskipun, dia mengaku tidak akan total membenahi rumahnya karena ketiadaan modal.
"Saya ikut warga lainnya (benah-benah rumah)," kata Siti.
Warga pun mengaku tidak mengetahui soal wacana relokasi yang pernah disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Namun, mereka berharap tidak dipindah dari lokasi.
Mereka berdalih ada banyak pertimbangan jika harus dipindah. Alasan itu adalah masalah sosiologis seperti kedekatan antara warga, pekerjaan, dan soal infrastruktur.
Baca: Pemukiman Padat Penduduk di Jakarta akan Dipasangi Hidran
"Kalau di rusun lihatnya saja sudah sesak. Belum lagi kalau harus naik ke lantai 4 atau 5," kata Parman, 50.
Namun, mereka pasrah terhadap apa pun keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Mereka sadar selama ini menumpang di lahan tersebut.
"Kita tahu ini lahan milih Pemda untuk ruang terbuka hijau, tapi kalau bisa biar tetap diizinkan tinggal kembali di sini," aku Parman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OGI)