Jakarta: Pemprov DKI Jakarta merekayasa lalu lintas di sekitar Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Hal ini dilakukan menyusul penutupan Jalan Jati Baru Raya.
Dua jalur di depan Stasiun Tanah Abang itu ditutup pukul 08.00-16.00 WIB. Ruas Jalan Jati Baru Raya digunakan untuk 400 tenda pedagang kaki lima (PKL). Sisi pintu keluar Stasiun Tanah Abang digunakan sebagai jalur Jakarta Explorer.
Hanya pejalan kaki yang dapat mengakses kedua jalur jalan raya itu. Kendaraan bermotor selain Jakarta Explorer harus putar balik di bawah fly over Jati Baru Raya ke arah Bank Indonesia.
Kondisi serupa juga diberlakukan di ujung Jalan Jati Baru Raya yang mengarah ke Blok G dan kembali ke Jalan Jati Baru Raya. Pengendara dari Jalan KS Tubun Raya tak bisa mengakses ke Stasiun Tanah Abang. Mereka dialihkan menuju Jalan Kebon Jati di kawasan Blok G.
Baca: Penutupan Jalan Jatibaru Diperpanjang Hingga Februari
Rekayasa juga dilakukan di ruas putar balik depan Blok B. Pada waktu tertentu pengendara tidak boleh mengakses fasilitas putar balik di daerah itu. Mereka dipersilahkan mengakses putar balik di bawah fly over dekat Stasiun Karet.
"Tapi yang di depan Blok B itu tentative, tidak selalu ditutup. Hanya ketika arus kendaraan dari Blok G padat saja, baru ditutup. Karena kalau tidak, daerah situ macet banget," kata petugas Dishub DKI Soni di lokasi, Selasa, 9 Januari 2018.
Pada 21 Desember 2017, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan menutup satu jalur di Jalan Jati Baru Raya tepatnya di depan Stasiun Tanah Abang. Penutupan jalan khusus untuk PKL.
Pemprov DKI juga menyediakan 10 bus TransJakarta bertipe low entry untuk pengunjung Tanah Abang. Bus beroperasi dari pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB.
Di jalan sepanjang 400 meter yang ditutup itu disiapkan 400 tenda untuk PKL. Tenda terbagi menjadi dua, yakni tenda kuliner sebanyak 115 unit dan tenda dagangan non-kuliner sebanyak 265 unit.
<iframe class="embedv" width="560" height="315" src="https://www.medcom.id/embed/8koJ113b" allowfullscreen></iframe>
Jakarta: Pemprov DKI Jakarta merekayasa lalu lintas di sekitar Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Hal ini dilakukan menyusul penutupan Jalan Jati Baru Raya.
Dua jalur di depan Stasiun Tanah Abang itu ditutup pukul 08.00-16.00 WIB. Ruas Jalan Jati Baru Raya digunakan untuk 400 tenda pedagang kaki lima (PKL). Sisi pintu keluar Stasiun Tanah Abang digunakan sebagai jalur Jakarta Explorer.
Hanya pejalan kaki yang dapat mengakses kedua jalur jalan raya itu. Kendaraan bermotor selain Jakarta Explorer harus putar balik di bawah
fly over Jati Baru Raya ke arah Bank Indonesia.
Kondisi serupa juga diberlakukan di ujung Jalan Jati Baru Raya yang mengarah ke Blok G dan kembali ke Jalan Jati Baru Raya. Pengendara dari Jalan KS Tubun Raya tak bisa mengakses ke Stasiun Tanah Abang. Mereka dialihkan menuju Jalan Kebon Jati di kawasan Blok G.
Baca: Penutupan Jalan Jatibaru Diperpanjang Hingga Februari
Rekayasa juga dilakukan di ruas putar balik depan Blok B. Pada waktu tertentu pengendara tidak boleh mengakses fasilitas putar balik di daerah itu. Mereka dipersilahkan mengakses putar balik di bawah
fly over dekat Stasiun Karet.
"Tapi yang di depan Blok B itu tentative, tidak selalu ditutup. Hanya ketika arus kendaraan dari Blok G padat saja, baru ditutup. Karena kalau tidak, daerah situ macet banget," kata petugas Dishub DKI Soni di lokasi, Selasa, 9 Januari 2018.
Pada 21 Desember 2017, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan menutup satu jalur di Jalan Jati Baru Raya tepatnya di depan Stasiun Tanah Abang. Penutupan jalan khusus untuk PKL.
Pemprov DKI juga menyediakan 10 bus TransJakarta bertipe
low entry untuk pengunjung Tanah Abang. Bus beroperasi dari pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB.
Di jalan sepanjang 400 meter yang ditutup itu disiapkan 400 tenda untuk PKL. Tenda terbagi menjadi dua, yakni tenda kuliner sebanyak 115 unit dan tenda dagangan non-kuliner sebanyak 265 unit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AZF)