Jakarta: Sejumlah PKL Tanah Abang kecewa tidak mendapat tenda untuk berjualan. Padahal mereka sudah lama berdagang dan memiliki KTP DKI.
Salah satu pedagang, Maslinar mengatakan, dirinya sudah dua tahun berjualan baju anak-anak di Tanah Abang. "Tolong ini saya enggak dapat tenda. Tadi malam enggak dapat undangan ke kecamatan," kata Muslinar di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat, 22 Desember 2017.
Begitupun dengan Eti, ibu paruh baya ini tak tahu lagi harus berbuat apa setelah dirinya tak mendapat jatah tenda berjualan. Padahal, pedagang minuman ini memiliki KTP DKI Jakarta. "Saya baru tahu tadi pagi kabarnya. Enggak tahu ada pengundian tenda," ujar Eti.
Dari pantauan medcom.id, tenda-tenda lapak PKL masih kosong belum terisi para pedagang. Tenda yang berdiri diberi nomor, namun tanda yang berdiri baru mencapai 150. Padahal, tenda rencananya akan berdiri hingga nomor 372.
Baca: Ini Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Tanah Abang
Di salah satu sudut, PKL berkumpul untuk mendapatkan nomor tenda tempat mereka berjualan. Pengundian nomor tenda sudah dilakukan tadi malam di kantor Kecamatan Tanah Abang.
"Tadi malam sudah diundi. Saya dapat tenda nomor 25," kata Yusuf salah satu PKL yang mulai berjualan hari ini.
Kordinator pedagang Tanah Abang, Jimmy mengatakan, sisa tenda akan dibangun besok. Dirinya hari ini hanya memanggil nama pedagang yang sudah diverifikasi sebagai pengguna tenda.
"Urutan nomor tenda sudah di verifikasi di Aula Kecamatan Tanah Abang, Kamis malam pukul 19.00 sampai dengan 00.30 WIB. "Sudarsih, Sudarsih mana Sudarsih," seru Jimmy memanggil nama pedagang.
Kepala Dinas UMKM Irwandi mengatakan, pihaknya sudha melakukan pendataan, tercatat ada 400 PKL yang berjualan di Tanah Abang. Namun, kapasitas lokasi hanya mampu menampung 372 tenda. "Untuk sementara kita menampung 372 tenda," kata Irwan.
<iframe class="embedv" width="560" height="315" src="https://www.medcom.id/embed/GNlJLn9k" allowfullscreen></iframe>
Jakarta: Sejumlah PKL Tanah Abang kecewa tidak mendapat tenda untuk berjualan. Padahal mereka sudah lama berdagang dan memiliki KTP DKI.
Salah satu pedagang, Maslinar mengatakan, dirinya sudah dua tahun berjualan baju anak-anak di Tanah Abang. "Tolong ini saya enggak dapat tenda. Tadi malam enggak dapat undangan ke kecamatan," kata Muslinar di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat, 22 Desember 2017.
Begitupun dengan Eti, ibu paruh baya ini tak tahu lagi harus berbuat apa setelah dirinya tak mendapat jatah tenda berjualan. Padahal, pedagang minuman ini memiliki KTP DKI Jakarta. "Saya baru tahu tadi pagi kabarnya. Enggak tahu ada pengundian tenda," ujar Eti.
Dari pantauan
medcom.id, tenda-tenda lapak PKL masih kosong belum terisi para pedagang. Tenda yang berdiri diberi nomor, namun tanda yang berdiri baru mencapai 150. Padahal, tenda rencananya akan berdiri hingga nomor 372.
Baca:
Ini Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Tanah Abang
Di salah satu sudut, PKL berkumpul untuk mendapatkan nomor tenda tempat mereka berjualan. Pengundian nomor tenda sudah dilakukan tadi malam di kantor Kecamatan Tanah Abang.
"Tadi malam sudah diundi. Saya dapat tenda nomor 25," kata Yusuf salah satu PKL yang mulai berjualan hari ini.
Kordinator pedagang Tanah Abang, Jimmy mengatakan, sisa tenda akan dibangun besok. Dirinya hari ini hanya memanggil nama pedagang yang sudah diverifikasi sebagai pengguna tenda.
"Urutan nomor tenda sudah di verifikasi di Aula Kecamatan Tanah Abang, Kamis malam pukul 19.00 sampai dengan 00.30 WIB. "Sudarsih, Sudarsih mana Sudarsih," seru Jimmy memanggil nama pedagang.
Kepala Dinas UMKM Irwandi mengatakan, pihaknya sudha melakukan pendataan, tercatat ada 400 PKL yang berjualan di Tanah Abang. Namun, kapasitas lokasi hanya mampu menampung 372 tenda. "Untuk sementara kita menampung 372 tenda," kata Irwan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)