Ilustrasi PSBB/Antara/Hafidz Mubarak A
Ilustrasi PSBB/Antara/Hafidz Mubarak A

Tumpang Tindih, Sanksi Pidana di Raperda Covid-19 Diminta Dikaji Ulang

Nasional dki jakarta Virus Korona pemprov dki raperda dki PSBB
Theofilus Ifan Sucipto, Hilda Julaika • 08 Oktober 2020 08:31
Jakarta: DPRD DKI Jakarta menemukan pasal tumpang terkait sanksi pidana di Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penanggulangan Covid-19 (korona). Biro Hukum Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta mengkaji ulang hal tersebut.
 
"Yang belum ada diatur saja dalam perda, jadi jangan sampai ada orang yang dihukum dua kali di dua aturan,” kata Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta Pantas Nainggolan dalam keterangan tertulis, Kamis, 8 Oktober 2020.
 
Menurut dia, ada dua ancaman pidana terkait pelanggaranpembatasan sosial berskala besar (PSBB).Raperda Penanggulangan Covid-19 mengatur ancaman pidana kurungan maksimal 6 bulan dan denda maksimal Rp50 juta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sementara itu, di undang-undang (Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan) bisa lebih dari itu," kata Pantas.
 
Baca:Belasan Pasal Tumpang Tindih di Raperda Covid-19 Dipangkas
 
Ancaman hukuman pidana di Undang-Undang Kekarantinaan Kesehatan yakni kurungan maksimal 1 tahun dan denda paling banyak Rp100 juta. Pantas telah meminta hal tersebut dikaji ulang, sehingga tak ada duplikasi hukuman jika warga melanggar.
 
“Hari Senin (12 Oktober 2020) kita akan bertemu kembali untuk mengompilasi, harmonisasi antar pasal. Kita lihat apakah nanti sudah persis sama dengan yang kita bicarakan, kalau masih kurang sinkron nanti kita sinkronkan,” ungkap Pantas.
 
Sementara itu, Kepala Biro Hukum Setda Provinsi DKI Jakarta Yayan Yuhanah menyatakan pihaknya segera memperbaiki rancangan perda. Perbaikan meliputi klausul hingga sistematika penulisan raperda sesuai hasil kesepakatan bersama Bapemperda DPRD DKI.
 
“Misalnya di ketentuan umum ada yang belum lengkap akan kita lengkapi, ada masukan-masukan ataupun ada yang dicoret kita rapikan,” tutup Yayan.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif