Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Kemenkes Ungkap 2 Penyebab Permasalahan Air Minum

Hilda Julaika • 22 Maret 2022 10:15
Jakarta: Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Maxi Rein Rondonuwu, mengatakan ada dua penyebab permasalahan air minum saat ini. Pertama, akibat langkanya keberadaan mata air dan air tanah.
 
"Keberadaan mata air dan air tanah saat ini terus berkurang. Pemakaian air tanah juga mulai dibatasi, bahkan dihentikan karena masalah penurunan permukaan tanah," ujar Maxi dalam webinar Upaya Bersama Dalam Menjaga Kualitas Air Minum Aman yang Berkelanjutan, dilansir Media Indonesia, Selasa, 22 Maret 2022.
 
Baca: Hari Air, Peneliti ITS Sebut Perlu Ada Upaya Selamatkan Air Tanah

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kedua, dari sisi kualitas banyak air yang tercemar. Sanitasi yang buruk, meliputi perilaku buang air besar sembarangan menimbulkan pencemaran biologi.
 
"Hal ini tentu menjadi perhatian kita semua khususnya penyediaan layanan dasar dan perilaku hygiene sanitasi, perlu kita pastikan keberlanjutannya dalam menerapkan budaya pola hidup bersih," papar dia.
 
Kementerian Kesehatan mengajak masyarakat ikut menjaga kualitas air tanah. Salah satunya dengan menghentikan praktik buang air besar sembarangan sebagai bagian dari pola hidup sehat dan pencegahan pencemaran lingkungan.
 
Pemerintah, lanjut Maxi, berkomitmen meningkatkan pengawasan, penerapan, dan manajemen risiko pada setiap proses penyajian air minum. Serta memastikan kualitas air minum yang aman sebelum distribusi.
 
"Karena ketersediaan air minum yang layak dan sanitasi yang bersih merupakan salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan. Momentum Hari Air Sedunia yang diperingati setiap 22 Maret menjadi pengingat untuk memastikan ketersediaan air minum yang aman bagi masyarakat," tutur dia.
 
(DEV)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif