Kepala UPT Monas Disebut Tahu Ada Bagi-bagi Sembako

Muhammad Al Hasan 24 Mei 2018 12:48 WIB
Tragedi Sembako
Kepala UPT Monas Disebut Tahu Ada Bagi-bagi Sembako
Acara pembagian sembako FUI di Monas. Foto: Antara/Hafidz Akbar
Jakarta: Henry Indraguna, pengacara Forum Untukmu Indonesia, membantah acara bagi-bagi sembako yang dilakukan kliennya menyelewengkan izin yang dikeluarkan Kepala Unit Pengelola Teknis Monumen Nasional (UPT Monas) Munjirin. Dia memastikan sejak awal FUI mengajukan izin jual beli sembako. 

"Statement dari kepala UPT Monas, jelas-jelas mengatakan bahwa tidak mengetahui tentang ada acara pembagian sembako itu salah," kata Henry di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 24 Mei 2018.

Henry membeberkan, mulanya FUI mengajukan proposal jual beli sembako murah di Monas. Tak berselang lama, mereka mendapat izin prinisp. 


"Kami menyadari bahwa tidak boleh adanya transaksi di Monas, kami hubungi kepala UPT Monas, kami tanyakan, setelah ditanyakan, Iya betul tidak boleh, lalu kenapa izin bisa dikeluarkan? kalau memang tidak boleh ada transaksi di Monas, ya jangan dikeluarkan izin prinsipnya," tukas Henry.

Lantaran itu, panitia dibuat bingung. Apalagi, 25.000 kupon sudah disebar. 

"Kalau sampai tidak ada solusi, chaos kami jadi masalah," kata Henry.

Belakangan, acara tetap diadakan, pihak panitia pun langsung memenuhi persyaratan lainnya. 
"Izin prinsip keluar kami bagi kupon nah setelah itu kami lengkapi izin lain, izin keramaian dari kepolisian, retribusi, bayar deposit," imbuh Henry.

(Baca juga: FUI Disebut Selewengkan Izin)

Dia menyayangkan sikap Pemprov DKI yang tidak tegas. Sebab, bila tidak boleh ada jual beli di Monas seharusnya dikeluarkan surat pelarangan.  

"Kalau memang dilarang buatkan suratnya dong, nggak ada surat ke kami, hanya sebatas lisan saja," kata Henry.

Malah, lanjut dia, panitia hanya disuruh membuat surat keterangan tertulis yang menyatakan akan bertanggung jawab atas segala kemungkinan yang terjadi. 

Dalam pemeriksaan di Polda Metro Jaya Munjirin dicecar polisi soal izin pembagian sembako dari Forum Untukmu Indonesia (FUI). Dia mengaku ada penyelewangan izin pada acara yang menelan korban jiwa itu.

"Kalau dari tadi alasan Pak Munjirin memang tidak sesuai dari proposal yang diajukan," kata Kanit I Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Nico Purba di Polda Metro Jaya, Selasa, 22 Mei 2018.

Kepada polisi, Munjirin mengaku, inisiatif mengadakan sembako murni sepenuhnya dari panitia.

UPT Monas dan panitia sudah rapat mengenai acara hingga empat kali. Di dalam rapat, panitia secara sepihak bersedia bertanggung jawab penuh bila terjadi suatu masalah dalam kegiatannya.

"Ada surat pernyataan yang ditandatangani panitia itu sendiri, sepihak. Isinya kurang lebih, bahwa jika terjadi sesuatu pihak Monas dan Pemprov tidak bertanggung jawab," kata Munjirin.

Munjirin mengaku Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sudah melarang pembagian sembako di Monas. Namun, tanpa sepengetahuan Pemprov, FUI tetap melakukan rencananya.
 



(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id