Sidang kasus korupsi perizinan PE minyak sawit atau crude palm oil (CPO) oleh Kemendag. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sidang kasus korupsi perizinan PE minyak sawit atau crude palm oil (CPO) oleh Kemendag. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Pejabat Kemendag Ungkap Pernah Disuruh Timba Ilmu ke Lin Che Wei

Fachri Audhia Hafiez • 04 Oktober 2022 20:27
Jakarta: Tim asistensi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Weibinanto Halimdjati alias Lin Che Wei, disebut pernah memberi materi ke pejabat Kementerian Perdagangan (Kemendag). Salah satunya, kepada pelaksana tugas (Plt) Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting pada Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri pada Kementerian Perdagangan (Kemendag), Isy Karim.
 
"Cuma diminta mendampingi, jadi kita mendengarkan yang disampaikan beliau kepada kami, diminta kami untuk belajar waktu itu," kata Isy Karim saat persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 4 Oktober 2022.
 
Menurut Isy, Lin Che Wei memberikan materi terkait persawitan. Dia disuruh Menteri Perdagangan (Mendag) saat itu, M Lutfi, dan mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri pada Kemendag, Oke Nurwan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"LCW melakukan audiensi kepada Mendag," ujar Isy.
 
Isy juga mengaku pernah mengikuti rapat virtual dengan Lin Che Wei. Rapat terkait dengan kelangkaan minyak goreng (migor).
 
"Waktu itu saya dalam perjalanan di Bandung, ada acara lain, rapat itu tidak terlalu jelas karena di dalam perjalanan di tol jadi tidak mengikuti secara utuh," ucap Isy.
 

Baca: Korupsi Izin Ekspor CPO, Pejabat Kemendag Ungkap Penyuplai Migor Terbesar


Isy Karim dihadirkan sebagai saksi dari jaksa penuntut umum (JPU). Dia bersaksi untuk lima terdakwa pada perkara korupsi perizinan PE minyak sawit atau crude palm oil (CPO) oleh Kemendag.
 
Kelima terdakwa tersebut, yakni eks Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Indra Sari Wisnu Wardhana; tim asistensi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Weibinanto Halimdjati alias Lin Che Wei; Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, Master Parulian Tumanggor; Senior Manager Corporate Affair PT Victorindo Alam Lestari, Stanley Ma; dan General Manager (GM) Bagian General Affair PT Musim Mas, Pierre Togar Sitanggang.
 
Perbuatan melawan hukum mereka itu terkait pemufakatan atas terbitnya perizinan PE CPO oleh Kemendag. Mereka didakwa memperkaya diri, orang lain, dan korporasi. Yakni, Grup Wilmar, Grup Musim Mas, dan Grup Permata Hijau.
 
Perbuatan mereka disebut telah merugikan keuangan negara dan perekonomian negara total Rp18 triliun. Terdiri dari keuangan negara yang dirugikan Rp6.047.645.700.000 dan perekonomian negara sejumlah Rp12.312.053.298.925.
 
Indra, Lin Che Wei, Master, Stanley, dan Pierre didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.
 
(AZF)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif