Aksi Diam 700 Hari Setelah penyerangan Novel Baswedan di Gedung KPK. Foto: MI/Bary Fathahilah.
Aksi Diam 700 Hari Setelah penyerangan Novel Baswedan di Gedung KPK. Foto: MI/Bary Fathahilah.

Peringatan 700 Hari Kasus Novel Baswedan Mangkrak

Nasional novel baswedan
Muhammad Syahrul Ramadhan • 13 Maret 2019 05:35
Jakarta: Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi memperingati 700 hari kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Novel Baswedan yang masih gelap. Mereka melakukan aksi diam selama 700 detik sebagai bentuk kekecewaan polisi yang belum mampu mengungkap kasus Novel.
 
"Berbagai suara sudah disuarakan, aksi sudah dilakukan. Akhirnya tiba bagi kami menyuarakan suara kalbu kami suara yang dapat terdengar saat diam," kata Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo sesaat sebelum aksi di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 12 Maret 2019.
 
Aksi ini ditandai dengan menghitung waktu mundur angka 700 di layar monumen jam waktu penuntasan kasus Novel yang dipajang di pelataran KPK. Selama waktu berjalan, lampu gedung dimatikan dan peserta aksi bungkam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mereka hanya diterangi light stick yang sengaja dibagikan oleh pegawai KPK. Gelap melambangkan tak adanya titik terang dari pengusutan teror keji terhadap penyidik senior KPK tersebut.
 
(Baca: Tiga Tuntutan 700 Hari Kasus Novel Baswedan)
 
Setelah hitung mundur selesai, peserta mengakhiri aksi dengan doa bersama untuk kesembuhan Novel. Termasuk, penuntasan kasus teror ke KPK, dan untuk pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus tersebut.
 
Yudi menjelaskan aksi diam merupakan bentuk protes karena pelaku penyerangan Novel tak kunjung ditemukan. Padahal, polisi telah berjanji bakal mengungkap teror itu sejak 2 tahun lalu, tepatnya sejak Novel pertama kali disiram air keras.
 
Wadah pegawai dan koalisi masyarakat merasa semua kritik dan desakan untuk menyelesaikan kasus ini tidak didengar. "Ini protes dari kami kenapa kasus ini masih gelap," pungkas Yudi.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif