Mantan Sekretaris Daerah Kota Malang, Cipto Wiyono saat digiring ke mobil tahanan KPK, Selasa (9/4). Foto: Medcom.id/Juven Martua Sitompul
Mantan Sekretaris Daerah Kota Malang, Cipto Wiyono saat digiring ke mobil tahanan KPK, Selasa (9/4). Foto: Medcom.id/Juven Martua Sitompul

Mantan Sekda Kota Malang Tersangka ke-45 Kasus APBD Malang

Nasional suap ketua dprd malang Korupsi APBD-P Malang
Daviq Umar Al Faruq • 10 April 2019 14:31
Malang: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru saja menetapkan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Cipto Wiyono sebagai tersangka. Penetapan Sekda yang menjabat pada periode 2014-2016 ini merupakan hasil pengembangan kasus suap pembahasan APBD Perubahan Kota Malang Tahun Anggaran 2015.
 
Dengan begitu, Cipto menjadi tersangka ke-45 yang ditetapkan oleh KPK dalam kasus ini. Sebelumnya, lembaga anti rasuah tersebut telah menetapkan sebanyak 44 tersangka sejak 2017 silam.
 
Awalnya, KPK menetapkan mantan Ketua DPRD Kota Malang, M Arief Wicaksono dan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Pengawasan Bangunan Jarot Edy Sulistiyono sebagai tersangka pada Agustus 2017 lalu. Selain itu, KPK juga menetapkan salah seorang pihak swasta, Hendrawan Maruszama sebagai tersangka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selanjutnya, KPK menetapkan mantan Wali Kota Malang, Moch Anton dan 18 anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka baru pada Maret 2018 lalu. Belasan anggota dewan tersebut antara lain;
 
Suprapto, HM Zainuddin, Sahrawi, Salamet, Wiwik Hendri Astuti, Mohan Katelu, Sulik Lestyowati, Abdul Hakim, Bambang Sumarto, Imam Fauzi, Syaiful Rusdi, Tri Yudiani, Heri Pudji Utami, Hery Subiantono, Ya'qud Ananda Gudban, Rahayu Sugiarti, Sukarno dan H Abd Rachman.
 
Lalu pada September 2018, KPK kembali menambah sebanyak 22 tersangka baru yang seluruhnya merupakan anggota DPRD Kota Malang. Puluhan tersangka tersebut antara lain;
 
Arief Hermanto, Teguh Mulyono, Mulyanto, Choeroel Anwar, Suparno Hadiwibowo, Imam Ghozali, Mohammad Fadli, Asia Iriani, Indra Tjahyono, Een Ambarsari, Bambang Triyoso, Diana Yanti, Sugianto, Afdhal Fauza, Syamsul Fajrih, Hadi Susanto, Erni Farida, Sony Yudiarto, Harun Prasojo, Teguh Puji Wahyono, Choirul Amri dan Ribut Harianto.
 
Terakhir, KPK menetapkan mantan Sekda Kota Malang, Cipto Wiyono sebagai tersangka pada Selasa, 9 April 2019 kemarin. Cipto bersama Moch Anton dan Jarot Edy Sulistiyono diduga telah memberi hadiah atau janji terkait pembahasan APBD Perubahan Kota Malang Tahun Anggaran 2015 kepada M Arief Wicaksono.
 
Baca: Sekda Kota Malang Jadi Tersangka Suap
 
Usai menetapkan Cipto sebagai tersangka, KPK kembali melakukan pemeriksaan di Aula Sanika Satyawada, Polres Malang Kota, Kota Malang, Jawa Timur. Pemeriksaan berlangsung sejak Selasa 9 April 2019 hingga hari ini Rabu 10 April 2019.
 
Sejumlah saksi yang diperiksa pada hari Selasa yakni Wali Kota Malang, Sutiaji; Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto; Kabid Pendataan, Pendaftaran dan Penetapan (P3) Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang, Tedy Soemarna; Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Malang, Totok Kasiyanto; Anggota DPRD Kota Malang, Subur Triono dan sejumlah saksi lainnya.
 
Lalu saksi yang diperiksa pada hari Rabu yaitu, Kepala Bidang Tata Ruang DPUPR Kota Malang, Dahat Sihbagyanto; Sekretaris DPRD Kota Malang, Mulyono; Kepala DPUPR Kota Malang, Hadi Santoso serta beberapa saksi lainnya.
 
Saat dikonfirmasi, Mulyono mengaku telah dicecar tiga pertanyaan oleh penyidik KPK. Kepada awak media, Mulyono mengaku sudah dua kali menjalani pemeriksaan terkait kasus ini.
 
"Saya ditanya apa kenal sama anggota dewan. Ya kenal semua 45 dewan itu. Baru tiga pertanyaan. Saya sudah pernah dipanggil (pemeriksaan) di Batu dulu," katanya.
 
Sementara itu, Subur Triono mengaku diperiksa sebagai saksi terhadap tersangka baru, Cipto Wiyono. "Saya diperiksa untuk saksi Pak Cipto (Wiyono). Masih masalah yang lama, pengembangan yang paling awal," ujarnya
 
Selama pemeriksaan, Subur mengaku tidak diberikan pertanyaan yang spesifik. Selain itu, dia pun mengaku tidak mendapatkan pemberitahuan dari penyidik KPK terkait pemanggilan pemeriksaan lanjutan.
 
"Saya dikasih 35 pertanyaan, terkait semuanya ya. Kita menghormati proses yang ada saja," bebernya.
 
Sedangkan, Wasto mengaku dicecar sejumlah pertanyaan, salah satunya terkait mekanisme pembahasan APBD Perubahan Kota Malang Tahun Anggaran 2015. “Saya dulu sebagai Kepala Bappeda kan termasuk penyusun APBD," katanya.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif