Jaksa Agung M Prasetyo. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo
Jaksa Agung M Prasetyo. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo

Karen Agustiawan Segera Disidang

Nasional Kasus hukum Karen Galaila
Lukman Diah Sari • 21 Desember 2018 16:07
Jakarta: Berkas perkara kasus korupsi dana investasi Pertamina di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia dengan tersangka Karen Agustiawan dinyatakan lengkap. Karen segera disidang.
 
"Sesuai prosedur akan kami tempuh. Kalau sudah P21 nanti dari Dirdik (Direktur Penyidikan), itu diserahkan kepada Dirtut (Direktur Penuntutan)," ujar Jaksa Agung M Prasetyo di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat, 21 Desember 2018.
 
Prasetyo menyebut setelah berkas perkara masuk ke direktur penuntutan, selanjutnya berkas bakal dipelajari. Jaksa selanjutnya menyusun berkas dakwaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Baru nanti dilimpahkan ke pengadilan," tutur dia.
 
Karen ditetapkan sebagai tersangka melalui Surat Perintah Penetapan Tersangka Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Tap-13/F.2/Fd.1/03/2018 tanggal 22 Maret 2018.
 
Perkara ini bermula pada 2009 ketika PT Pertamina (Persero) mengakuisisi (investasi nonrutin) berupa pembelian sebagian aset milik ROC Oil Company LTd di Lapangan Basker Manta Gummy (BMG) Australia. Pembelian berdasarkan agreement for sale and purchase-BMG project tanggal 27 Mei 2009.
 
Dalam pelaksanaannya, ada dugaan penyimpangan dalam pengusulan investasi yang tidak sesuai dengan pedoman investasi. Pengambilan keputusan investasi diduga tanpa adanya studi kelayakan berupa kajian secara lengkap dan tanpa adanya persetujuan dari dewan komisaris. Hal ini membuat keuangan Pertamina dirugikan USD31.492.851 dan AUD26.808.244 atau setara Rp568,06 miliar.
 
(Baca juga:Masa Penahanan Karen Agustiawan Diperpanjang)
 
Akibat perbuatannya, tersangka disangka melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
 
Karen Agustiawan diangkat menjadi Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang kala itu dijabat Sofyan Djalil pada 2009. Sejak 5 Februari 2009, Karen menempati pucuk pimpinan di Pertamina menggantikan Ari Hernanto Soemarno.
 
Kemudian pada 2013, Dahlan Iskan yang menjabat sebagai Menteri BUMN memperpanjang jabatan Karen sebagai Dirut Pertamina. Saat itu, Dahlan menandatangani Surat Keputusan (SK) perpanjangan jabatan tersebut pada 3 Juni 2013. Namun, pada Oktober 2014 Karen mengundurkan diri dari jabatan penting tersebut.
 
Alasan utama Karen meninggalkan posisi pucuk di Pertamina karena ia ingin berkonsentrasi pada keluarganya. Ibu tiga anak itu memang cukup sibuk selama 6,5 tahun terakhir sejak memimpin Pertamina. Setelah mengundurkan diri, Karen menjadi pengajar di Universitas Harvard, Amerika Serikat.
 
Meski begitu, selama hampir 6 tahun mengampu jabatan sebagai Dirut Pertamina, Karen berhasil mengubah dan mencatat 4 sejarah penting di Pertamina. Dia adalah perempuan pertama yang memimpin Pertamina. Dia juga menjadi dirut terlama di Pertamina pasca reformasi dengan masa jabatan enam tahun.
 
Dia juga mampu membawa Pertamina meningkatkan laba bersih hingga 97 persen. Bahkan, Pertamina masuk dalam Fortune Global 500 pada 2013 mengalahkan raksasa seperti PepsiCo, Unilever, dan Google.
 

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif